Pontianak Diguyur Hujan, BMKG Ungkap Peran Operasi Modifikasi Cuaca dalam Menekan Karhutla
Try Juliansyah September 05, 2026 11:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio menyebut hujan yang terjadi di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya dalam beberapa hari terakhir tidak lepas dari pengaruh kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang tengah dilaksanakan di Kalimantan Barat.

Prakirawan BMKG Supadio, Reny Shahputri, mengatakan curah hujan yang turun di kedua wilayah tersebut sedikit banyak merupakan hasil intervensi dari pelaksanaan OMC.

"Hujan yang terjadi di Kota Pontianak dan Kab. Kubu Raya sedikit banyak merupakan intervensi dari kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sedang dilaksanakan," ujarnya saat di konfirmasi tribunpontianak.co.id, Sabtu 5 September 2026.

Meski demikian, Reny menjelaskan hujan yang terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu bukan merupakan dampak dari OMC.

Menurutnya, hujan di wilayah tersebut terbentuk secara alami akibat pertumbuhan awan konvektif.

"Sedangkan hujan di Kab. Kapuas Hulu bukan hasil kegiatan OMC dan murni dari awan konvektif yang tumbuh di wilayah tersebut. Selain itu, berdasarkan prakiraan BMKG untuk tanggal 4 September 2026 memang berpotensi terjadi hujan di timur Kalimantan Barat," katanya.

BMKG juga mencatat adanya penurunan jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah hotspot turun dari 3.690 titik pada 3 September 2026 menjadi 3.022 titik pada 4 September 2026.

Baca juga: Penjualan Es Teler di Pontianak Terganggu Kabut Asap, Pedagang Sebut Omzet Tergantung Cuaca

"Sesuai data yang kami himpun, terdapat sedikit penurunan titik panas dari 3690 titik (3 September 2026 pukul 00.00–23.59 WIB) ke 3022 titik (4 September 2026 pukul 00.00–23.59 WIB)," ungkap Reny.

Terkait kondisi cuaca ke depan, BMKG memperkirakan potensi hujan masih akan berlangsung hingga 12 September 2026.

Namun, sebagian besar wilayah Kalbar diprediksi hanya mengalami hujan dengan intensitas ringan.

"Iya, potensi hujan akan berlanjut hingga tanggal 12 September 2026, namun dengan intensitas hujan dominan hujan ringan. Namun, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang pada tanggal 8 September 2026 di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat," jelasnya.

Reny menambahkan, hujan ringan yang tidak merata berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalbar.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di sejumlah daerah seperti Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Landak, Melawi, Sekadau, dan Sintang.

"Hujan intensitas ringan yang tidak merata berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan intensitas sedang yaitu Kab./Kota Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Landak, Melawi, Sekadau, dan Sintang," tuturnya.

Meski terdapat potensi hujan, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pasalnya, curah hujan yang terjadi belum merata dan masih didominasi intensitas ringan.

"Potensi hujan masih belum merata dan dominan hujan dengan intensitas ringan, sehingga masih terdapat potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat," kata Reny.

Ia menambahkan, indeks potensi karhutla dalam sepekan ke depan di sebagian besar wilayah Kalbar masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

"Waspada indeks potensi karhutla untuk satu minggu ke depan sebagian besar wilayah Kalbar masih dalam kategori mudah–sangat mudah terbakar. Pantau terus perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG," pungkasnya. 

Profil Singkat BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan lembaga pemerintah yang bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

BMKG berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang transportasi, serta dipimpin oleh seorang Kepala BMKG.

Untuk Kalimantan Barat, BMKG memiliki sejumlah unit pelayanan, salah satunya Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio yang berada di kawasan Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya.

Stasiun ini menyediakan layanan informasi meteorologi, termasuk informasi cuaca untuk mendukung aktivitas masyarakat dan penerbangan.

Alamat: Km, Jl. Adi Sucipto No.8.6, Sungai Raya, Kec. Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 78234

Telepon: 0811-5711-567. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.