TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK — Kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Pontianak turut berdampak pada aktivitas pedagang minuman kaki lima.
Salah satunya dirasakan Bahari (36), pedagang es teler yang berjualan di Jalan KH Wahid Hasyim, Pontianak.
Bahari mengaku telah berjualan es teler selama empat tahun.
Ia mulai membuka lapak sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 23.30 WIB.
Untuk harga, es teler yang dijual Bahari dibanderol mulai dari Rp5.000 hingga Rp12.000 per porsi.
Menurutnya, aktivitas berjualan sehari-hari sebenarnya berjalan lancar.
Namun, kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap membuat jumlah pembeli menurun karena masyarakat cenderung mengurangi aktivitas di luar rumah.
"Untuk sehari-hari lancar aja cuma dengan kondisi sekarang lumayan terganggu, karena orang jarang keluar," ujar Bahari kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 5 September 2026.
Baca juga: Kabut Asap Ganggu Aktivitas Penjual Jajanan Pinggir Jalan
Bahari mengatakan, tingkat keramaian pembeli juga sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
Saat malam minggu dan cuaca cerah atau panas, jumlah pembeli biasanya meningkat. Sebaliknya, ketika hujan, pembeli cenderung berkurang.
"Cuma ya malam minggu biasanya ramai tergantung cuaca juga, kalau waktu panas ramai beli, kalau hujan tergantung juga," katanya.
Ia berharap kondisi cuaca dan kualitas udara segera membaik sehingga masyarakat kembali beraktivitas di luar rumah dan turut mendukung aktivitas para pedagang kecil.
Jalan KH Wahid Hasyim merupakan salah satu ruas jalan yang berada di Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Dalam daftar status jalan kota, ruas ini tercatat sebagai jalan kota dengan panjang sekitar 0,995 kilometer.
Secara kawasan, Jalan KH Wahid Hasyim berada di lingkungan pusat perkotaan Pontianak dan memiliki keterkaitan dengan sejumlah ruas penting di sekitarnya.
Dokumen Pemerintah Kota Pontianak juga memasukkan Jalan KH Wahid Hasyim dalam Zona I kawasan jalan untuk perhitungan nilai sewa reklame, yang menunjukkan bahwa ruas tersebut termasuk kawasan dengan nilai komersial/perkotaan yang cukup penting.
Karakter kawasan