Penjualan Es Teler di Pontianak Terganggu Kabut Asap, Pedagang Sebut Omzet Tergantung Cuaca
Try Juliansyah September 05, 2026 11:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK — Kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Pontianak turut berdampak pada aktivitas pedagang minuman kaki lima. 

Salah satunya dirasakan Bahari (36), pedagang es teler yang berjualan di Jalan KH Wahid Hasyim, Pontianak.

Bahari mengaku telah berjualan es teler selama empat tahun.

Ia mulai membuka lapak sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 23.30 WIB.

Untuk harga, es teler yang dijual Bahari dibanderol mulai dari Rp5.000 hingga Rp12.000 per porsi.

Menurutnya, aktivitas berjualan sehari-hari sebenarnya berjalan lancar.

Namun, kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap membuat jumlah pembeli menurun karena masyarakat cenderung mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Untuk sehari-hari lancar aja cuma dengan kondisi sekarang lumayan terganggu, karena orang jarang keluar," ujar Bahari kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 5 September 2026.

Baca juga: Kabut Asap Ganggu Aktivitas Penjual Jajanan Pinggir Jalan

Bahari mengatakan, tingkat keramaian pembeli juga sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

Saat malam minggu dan cuaca cerah atau panas, jumlah pembeli biasanya meningkat. Sebaliknya, ketika hujan, pembeli cenderung berkurang.

"Cuma ya malam minggu biasanya ramai tergantung cuaca juga, kalau waktu panas ramai beli, kalau hujan tergantung juga," katanya.

Ia berharap kondisi cuaca dan kualitas udara segera membaik sehingga masyarakat kembali beraktivitas di luar rumah dan turut mendukung aktivitas para pedagang kecil.

Profil Jalan KH Wahid Hasyim

Jalan KH Wahid Hasyim merupakan salah satu ruas jalan yang berada di Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam daftar status jalan kota, ruas ini tercatat sebagai jalan kota dengan panjang sekitar 0,995 kilometer.

Secara kawasan, Jalan KH Wahid Hasyim berada di lingkungan pusat perkotaan Pontianak dan memiliki keterkaitan dengan sejumlah ruas penting di sekitarnya.

Dokumen Pemerintah Kota Pontianak juga memasukkan Jalan KH Wahid Hasyim dalam Zona I kawasan jalan untuk perhitungan nilai sewa reklame, yang menunjukkan bahwa ruas tersebut termasuk kawasan dengan nilai komersial/perkotaan yang cukup penting.

Karakter kawasan

  • Secara umum, Jalan KH Wahid Hasyim dapat dipandang sebagai salah satu ruas yang mempunyai karakter:
  • Jalan perkotaan di wilayah Pontianak Kota.
  • Berada di kawasan yang relatif dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.
  • Memiliki fungsi akses bagi permukiman dan kegiatan perdagangan/jasa.
  • Berdekatan dengan fasilitas publik dan keagamaan.
  • Memiliki nilai strategis untuk kegiatan ekonomi dan pemasangan reklame karena masuk Zona I dalam regulasi nilai sewa reklame Kota Pontianak.
  • Memiliki keterkaitan historis dengan kawasan Tanah Seribu, yang dalam kajian sejarah Pontianak disebut berbatasan di sisi selatan dengan Jalan KH Wahid Hasyim–KH Ahmad Dahlan. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.