Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Tradisi gerak jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra) kembali menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Tahun ini, antusiasme peserta meningkat tajam dengan jumlah mencapai 25.613 orang yang bersiap menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer.
Gerak jalan tradisional ikonik Kabupaten Jember tersebut diberangkatkan Bupati Jember Muhammad Fawait dari Alun-alun Kecamatan Tanggul, Sabtu (5/9/2026).
Tajemtra 2026 digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT RI. Ribuan peserta datang dari berbagai unsur, mulai masyarakat umum, organisasi, instansi pemerintah, instansi vertikal, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.
Baca juga: Berangkatkan 350 Peserta Tajemtra Naik Kereta Luar Biasa, Bupati Jember: Kolaborasi Strategis
Dalam sambutannya, Gus Fawait mengajak seluruh peserta menjaga kekompakan selama perjalanan. Ia juga meminta peserta tidak hanya fokus menyelesaikan rute, tetapi turut memperhatikan kondisi peserta lain di sepanjang perjalanan.
Menurutnya, Tajemtra memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar aktivitas olahraga masyarakat. Gerak jalan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menerapkan semangat gotong royong.
“Tajemtra ini filosofinya adalah gotong royong, jadi kalau ada yang semaput harus ditolong,” ujar Gus Fawait.
Ia mengajak seluruh peserta menikmati perjalanan dengan penuh kebersamaan serta menjaga kekompakan hingga mencapai garis finish.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Tajemtra, mengingat puluhan ribu peserta harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer dari Kecamatan Tanggul menuju pusat Kota Jember.
Antusiasme masyarakat terhadap Tajemtra 2026 terlihat dari peningkatan jumlah peserta dibandingkan dua pelaksanaan sebelumnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Jember, Tajemtra pada 2024 diikuti 15.155 peserta. Jumlah tersebut kemudian meningkat tipis menjadi 15.171 peserta pada 2025.
Namun, lonjakan signifikan terjadi pada pelaksanaan 2026. Jumlah peserta tercatat mencapai 25.613 orang.
Dengan jumlah tersebut, Tajemtra 2026 menjadi salah satu gelaran dengan partisipasi masyarakat terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mempertahankan Tajemtra sebagai salah satu tradisi olahraga masyarakat sekaligus momentum kebersamaan di Kabupaten Jember.
Kehadiran peserta dari berbagai kelompok membuat Tajemtra tidak hanya menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati HUT RI. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Sepanjang perjalanan, semangat persatuan dan gotong royong menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Tajemtra.
Tajemtra 2026 pun kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu tradisi masyarakat Jember yang mampu mempertemukan berbagai elemen dalam satu kegiatan.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Tajemtra 2026 menjadi ruang untuk memperkuat persatuan sekaligus menjaga tradisi olahraga masyarakat yang telah menjadi bagian dari identitas Kabupaten Jember.