Jadwal Mati Lampu di Nunukan dan Sebatik Minggu 6 September 2026, Estimasi Listrik Padam 4 Jam
Amiruddin September 06, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Berikut ini jadwal mati lampu di Nunukan dan Sebatik hari ini, pada Minggu 6 September 2026, dimana estimasi listrik padam sekitar empat jam.

Perlu diketahui Sebatik berada di Pulau Sebatik, dan masuk wilayah Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara 

Warga Nunukan dan Sebatik perlu bersiap sebelum memulai aktivitas pada Minggu (6/9/2026) pagi nanti.

Pasokan listrik di sejumlah wilayah akan dihentikan sementara karena PLN melakukan pekerjaan konfigurasi jaringan untuk mendukung persiapan penambahan mesin pembangkit.

Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Nunukan, Putu Sudiarta, mengatakan pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat jam.

“Pekerjaan konfigurasi jaringan ini dalam rangka persiapan penambahan mesin,” ujar Putu Sudiarta kepada TribunKaltara.com, Sabtu (5/9/2026) malam.

 

JADWAL MATI LAMPU - Ilustrasi mati lampu di Kaltara beberapa waktu lalu. Berikut ini jadwal mati lampu di Nunukan dan Sebatik hari ini, pada Minggu 6 September 2026, dimana estimasi listrik padam sekitar empat jam.
JADWAL MATI LAMPU - Ilustrasi mati lampu di Kaltara beberapa waktu lalu. Berikut ini jadwal mati lampu di Nunukan dan Sebatik hari ini, pada Minggu 6 September 2026, dimana estimasi listrik padam sekitar empat jam. (TribunKaltara.com/Rismayanti)

 

Baca juga: Daftar Wilayah Terdampak Mati Lampu di Tanjung Selor Hari Ini, Estimasi Listrik Padam 3,5 Jam

 

Pemadaman dijadwalkan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. 

Namun, waktu tersebut bukan berarti listrik pasti baru menyala pada pukul 12.00 Wita.

Menurut Putu, apabila pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, pasokan listrik akan segera dinormalkan kembali.

“Kalau pekerjaan bisa selesai lebih cepat, listrik akan kami normalkan kembali lebih awal,” katanya.

Persiapan Penambahan Mesin Pembangkit

Pekerjaan yang dilakukan PLN bukan sekadar pemeliharaan rutin.

Konfigurasi jaringan menjadi bagian dari persiapan sistem kelistrikan sebelum adanya penambahan mesin pembangkit.

Langkah tersebut dilakukan, untuk mendukung peningkatan keandalan, keamanan, dan kualitas pasokan listrik bagi pelanggan.

“Ini bagian dari upaya meningkatkan keandalan dan kualitas sistem kelistrikan,” kata Putu.

Selama pekerjaan berlangsung, pelanggan di wilayah yang terdampak harus bersiap kehilangan pasokan listrik sementara.

Daftar Wilayah yang Terdampak

Di Nunukan, pemadaman akan berdampak pada Jl Taman Makam Pahlawan, Jl Sanusi, Jl Yos Sudarso, Jl Tanjung, Jl Bahari, Liem Hie Tjung, Jl Bhayangkara, Jl Pasir Putih, Jl Ahmad Yani, Jl Martadinata, Pasar Baru.

Kemudian Jl Hasanudin, Jl Radio, Jl Sei Billal, Jl Stadion, Jl Sei Fatimah, Jl Sei Apuk, Jl Tanjung Cantik, Jl Binusan, Jl Iskandar Muda, Jl Pembangunan, Jl Persemaian, Jl Sutanto, Jl Turi, Gang Delima, Gang Daeng Toba, Jl Manunggal Bhakti, Jl Pelabuhan Baru, Jl Borneo, Jl Lingkar, Jl Porsas, Jl Lumba-Lumba, Jl Rimba, Jl Fatahillah, Jl Pongtiku, Jl Teuku Umar, Jl Bukit Cinta, Jl Pesantren, Jl Antasari, Jl Angkasa, Jl Sei Sembilan, Jl Selisun, Kampung Baru, Pesantren Hidayatullah, Jalan Baru dan daerah sekitarnya.

Sementara di Sebatik, wilayah yang terdampak meliputi Desa Sei Nyamuk, Jl Bakti Husada, Desa Tanjung Harapan, Jl Bhayangkara, Desa Bukit Aru Indah, Desa Tanjung Aru, Desa Padaidi, Desa Sei Manurung, Desa Tanjung Karang, Desa Bambangan, Desa Binalawan, Desa Setabu, Desa Liang Bunyu, Desa Balansiku, Desa Enrekang dan daerah sekitarnya.

PLN Minta Warga Antisipasi

Putu Sudiarta mengimbau masyarakat untuk melakukan persiapan sebelum listrik padam.

Peralatan elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan atau dicabut terlebih dahulu.

“Kami mengimbau pelanggan untuk mematikan atau mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan selama pemadaman,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang menggunakan sumber listrik alternatif, PLN juga mengingatkan agar penggunaannya tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Warga juga diminta tidak lengah saat pasokan kembali menyala.

Sebab, listrik dapat dinormalkan sewaktu-waktu setelah pekerjaan selesai.

“Pelanggan juga kami imbau mengantisipasi penyalaan kembali listrik setelah pekerjaan selesai,” kata Putu.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan. 

Pekerjaan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik di Nunukan dan Sebatik ke depan.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.