TRIBUNSTYLE.COM - Kenaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi perhatian masyarakat.
Per 1 September 2026, Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga Pertamax tetap di level Rp15.950 per liter.
Meski harga Pertamax tidak ikut mengalami kenaikan, kondisi tersebut belum sepenuhnya membuat masyarakat merasa lega.
Warga di wilayah Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah, masih menghadapi persoalan lain saat hendak mengisi bahan bakar.
Salah satunya adalah antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus menghabiskan waktu lebih lama hanya untuk mendapatkan BBM.
Bagi masyarakat yang sehari-hari mengandalkan kendaraan untuk beraktivitas, antrean panjang menjadi persoalan tersendiri.
Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja atau menyelesaikan berbagai keperluan justru tersita di SPBU.
Baca juga: Harga BBM 5 September 2026, Karyawan Asal Karanganyar Bertahan Pakai Pertalite Demi Irit
Situasi itu juga dirasakan oleh Ibu Ami (52), warga Kebakkramat, Karanganyar.
Ia mengaku kini lebih sering mempertimbangkan kembali ketika hendak bepergian menggunakan kendaraan pribadi.
Ami bahkan mengatakan dirinya mulai jarang keluar rumah karena malas harus berhadapan dengan antrean panjang saat membeli BBM.
Baginya, harga BBM yang tetap bukan satu-satunya persoalan yang dirasakan masyarakat.
"Harga Pertamax memang tidak naik, tapi kalau antreannya panjang tetap bikin malas keluar rumah," ujar Ami.
Menurut Ami, kebutuhan membeli BBM sebenarnya tidak bisa dihindari, terutama ketika ada keperluan penting.
Namun, antrean yang mengular membuat aktivitas sederhana seperti mengisi bensin terasa lebih merepotkan.
"Kadang mau pergi sebentar saja jadi mikir, kalau SPBU ramai bisa habis waktu hanya untuk antre bensin," katanya.
Meski demikian, ia tetap berharap pelayanan di SPBU dapat berjalan lebih lancar sehingga antrean tidak terlalu panjang.
"Yang penting bukan cuma harganya, tapi kami juga berharap kalau beli bensin tidak perlu antre terlalu lama," tutur Ami.
Pertamax: Rp 16.300
Pertamax Turbo: Rp 20.000
Dexlite: Rp 24.200
Pertamina Dex: Rp 25.750
Pertamax: Rp 16.650
Pertamax Turbo: Rp 20.450
Dexlite: Rp 24.750
Pertamina Dex: Rp 26.300
Pertamax: Rp 14.950
Dexlite: Rp 22.150
Pertamax: Rp 15.150
Pertamax Turbo: Rp 18.550
Dexlite: Rp 22.500
Pertamina Dex: Rp 23.950
Pertamax: Rp 15.950
Pertamax Turbo: Rp 19.600
Pertamax Green 95: Rp 16.600
Dexlite: Rp 23.700
Pertamina Dex: Rp 25.200
Bali: Pertalite Rp 10.000; Pertamax Rp 15.950; Pertamax Turbo Rp 19.600; Dexlite Rp 23.700; Pertamina Dex Rp 25.200.
NTB: Pertalite Rp 10.000; Pertamax Rp 15.950; Pertamax Turbo Rp 19.600; Dexlite Rp 23.700; Pertamina Dex Rp 25.200.
NTT: Pertalite Rp 10.000; Pertamax Rp 15.950; Pertamax Turbo Rp 19.600; Dexlite Rp 23.700; Pertamina Dex Rp 25.200; Biosolar nonsubsidi Rp 23.600.
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur: Pertamax Rp 16.300; Pertamax Turbo Rp 20.000; Dexlite Rp 24.200; Pertamina Dex Rp 25.750.
Kalimantan Utara: Pertamax Rp 16.650; Pertamax Turbo Rp 20.450; Dexlite Rp 24.750; Pertamina Dex Rp 26.300.
Pertamax: Rp 16.300
Pertamax Turbo: Rp 20.000
Dexlite: Rp 24.200
Pertamina Dex: Rp 25.750
Pertamax: Rp 16.300
Dexlite: Rp 24.200
Pertamax: Rp 16.300
Pertamax Turbo: Rp 20.000
Dexlite: Rp 24.200
Pertamax: Rp 16.300
Dexlite: Rp 24.200
Pertamina Dex: Rp 25.750
Pertamax: Rp 16.300
Dexlite: Rp 24.200
(TribunStyle.com/Putri Asti)