Pikap Terpental, Truk Melintang, Hasan Tewas Kecelakaan Adu Jangkrik di Jalur Tengkorak Jembrana
Ida Ayu Suryantini Putri September 06, 2026 11:03 AM

 


TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Peristiwa lakalantas maut kembali terjadi di jalur tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana.

Kecelakaan yang melibatkan mobil pikap dengan dengan truk tronton ini mengakibatkan seorang warga asal Rogojampi, Banyuwangi tersebut meninggal dunia.

Kejadian itu dilaporkan adu jangkrik atau depan lawan depan. 

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa kecelakaan lalulintas tersebut terjadi di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk tepatnya di depan Masjid Nurul Yaqin wilayah Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu 5 September 2026 siang sekitar pukul 13.15 WITA.

Baca juga: BREAKING NEWS: PMI Asal Jembrana Bali Meninggal Usai Kecelakaan di Amerika

Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan pikap warna putih nomor polisi P 8273 VQ yang dikemudikan Hasan Bisri (51) dengan kendaraan truk tronton nomor polisi S 8395 UP yang dikemudikan Supari (48) asal Jombang. 

Sebelum kejadian tersebut, arus lalulintas di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana terbilang normal lancar.

Kemudian berawal dari kendaraan pikap bergerak dari arah timur menuju barat atau dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.

Pikap warna putih yang dikemudikan Hasan tersebut kemudian mendahului kendaraan lain dan mengambil jalur kanan. 

Tak disangka, di saat bersamaan atau setibanya di TKP, datang truk tronton bermuatan beton u-ditch.

Baca juga: Dua Kecelakaan dalam 30 Menit di Depan Living World Denpasar Bali, Dishub Evaluasi Road Barrier

Karena jarak yang terlalu dekat, terjadi kecelakaan yang cukup keras dengan posisi adu jangkrik atau depan lawan depan. 

Akibatnya, kendaraan pikap sempat terpental dengan kondisi ringsek di bagian depan.

Sementara truk tronton sempat melintang di jalur nasional yang dikenal sangat padat dengan kendaraan besar ini. 

Pasca kejadian tersebut, arus lalulintas dilaporkan sempat tersendat hingga beberapa kilometer.

Sehingga petugas kepolisian melakukan skema buka tutup arus lalulintas mengingat ada ruang kendaraan di luar bagi jalan.

Sistem buka tutup arus lalulintas dilakukan selama evakuasi truk tronton yang melintang tersebut.

Beberapa jam kemudian, truk berhasil dievakuasi dan arus lalulintas kembali normal. 

"Pengemudi pikap meninggal dunia di Puskesmas Melaya akibat kejadian tersebut," ungkap Kapolsek Melaya, Kompol I Putu Suarmadi saat dikonfirmasi, Minggu 6 September 2026. 

Kompol Suarmadi menyebutkan, selain sebabkan satu orang meninggal dunia, kecelakaan maut tersebut mengakibatkan kendaraan pikap ringsek di bagian depan. Kemudian truk tronton mengalami kerusakan pada bagian bemper yang pecah dan ban kanan pecah. Kerugian material ditaksir mencapai Rp10 Juta. 

"Kami kembali mengimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu waspada dan hati-hati ketika melintas di jalur Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk ini. Mengingat jalur ini adalah jalur yang padat dan banyak kendaraan besar melintas."

"Kami harap pengendara selalu berkonsentrasi dan tidak memaksakan berkendara jika kurang fit agar hal serupa tak terulang kembali," imbaunya. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.