Klarifikasi PATRIN Soal Aksi Galang Dana dan Pengiriman Atlet ke Ajang Internasional
Drajat Sugiri September 06, 2026 08:36 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) memberikan klarifikasi soal penggalangan dana yang bertujuan untuk mengirim atlet-atlet berkompetisi ke ajang internasional.

Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PATRIN, Dimyati Hakim, dalam rilis yang diterima Tribunnews pada Minggu (6/9/2026) sore.

Dimyati Hakim menegaskan pihaknya belum mengetahui adanya penggalangan dana yang dimaksud.

Saat ini, PATRIN terus berusaha menggali informasi terkait program penggalangan dana itu.

Terkait pengiriman atlet ke luar negeri, PATRIN sebenarnya selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik bersama National Paralympic Committee of Indonesia atau NPCI.

Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia atau Kemenpora, juga selalu memberikan dukungan yang baik kepada PATRIN dalam urusan tersebut.

"Kami berterima kasih kepada NPCI berkaitan dengan pengiriman kontingen atlet tunarungu PATRIN."

"Berkaitan dengan penggalangan dana untuk pengiriman atlet ke luar negeri, kami sebagai organisasi satu-satunya, tidak mengetahui."

"Kami akan mencoba berkomunikasi terkait mengapa atlet-atlet bisa dikirim tanpa koordinasi secara resmi dengan kami, NPCI, dan Kemenpora," terang Dimyati Hakim.

Baca juga: Kemenpora Tegaskan Komitmen Dukung Atlet Disabilitas, Tanggapi Aksi Galang Dana Atlet Tunarungu

Penegasan serupa juga disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PATRIN, Agung Baghaskoro.

Agung menjelaskan, sebenarya atlet-atlet tak bisa sembarangan berkompetisi ke luar negeri tanpa melalui pihak organisasi.

Pasalnya saat pendaftaran berlangsung diperlukan password tertentu agar wakil-wakil negara yang hadir benar-benar terverifikasi.

"Kita selalu berharap dan berjuang agar atlet-atlet Indonesia bisa berangkat ke luar negeri dan mengikuti ajang Olimpiade, yang tertinggi di dunia, yang bernama Deaflympic (Olimpiade khusus bagi tunarungu)"

"Tidak ada organisasi lain yang bisa mengirim atlet tunarungu ke internasional, karena untuk mengirim atlet ke internasional memerlukan OMS atau password."

"Kita berjuang agar atlet-atlet tunarungu memiliki wadah yang diakui secara internasional," ujar Agung Baghaskoro.

Sebagai informasi, PATRIN merupakan organisasi resmi dan satu-satunya di Indonesia yang diakui oleh International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) sebagai organisasi yang menaungi olahraga tunarungu di tingkat internasional.

Diterangkan Agung, PATRIN dikenal di luar negeri dengan nama resmi IADA atau Indonesian Association of the Deaf Athletes.

"Dengan segala kerendahan hati, kami memperkenalkan diri sebagai satu-satunya organisasi atlet-atlet tunarungu Indonesia atau disebut PATRIN."

"Secara internasional, kami bernama IADA atau Indonesian Association of the Deaf Athletes."

"Kami merupakan organisasi satu-satunya yang mendapat sertifikat dan diakui dari internasional di Indonesia. Jadi tidak ada organisasi selain PATRIN atau IADA yang mengelola atlet-atlet tunarungu di Indonesia," papar Agung.

Pengurus PATRIN juga menyampaikan apresiasi besar kepada Kemenpora yang selalu memberikan dukungan kepada mereka selama ini. 

"Kami berterima kasih kepada Kemenpora yang selalu memberikan dukungan kepada kami, organisasi, dan atlet tunarungu."

"Kami memiliki hubungan yang baik dengan NPCI dan berterima kasih kepada NPCI terkait pengiriman atlet tunarungu PATRIN," papar Dimyati Hakim.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.