TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 1,3 juta bibit kopi unggul jenis robusta dan arabika akan dikembangkan di sejumlah kawasan dataran tinggi Kabupaten Buleleng, Bali.
Bibit tersebut merupakan bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang disalurkan melalui aspirasi Komisi IV DPR RI.
Bantuan ini diserahkan secara simbolis di Kantor Dinas Pertanian Buleleng, Minggu 6 September 2026.
Penyerahan bantuan dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) Buleleng Gede Melandrat, serta Tokoh Pemerhati Pertanian Kabupaten Buleleng Dewa Gede Sugiharto.
Baca juga: Sempat Menolak Diantar Pulang Usai Jatuh di Pinggir Sungai, Yozua Ditemukan Meninggal Esok Harinya
Ditemui usai penyerahan bantuan, Sutjidra menyebut penanaman bibit kopi dijadwalkan berlangsung secara simultan mulai November hingga Desember 2026.
Waktu penanaman disesuaikan dengan musim hujan agar bibit yang ditanam tidak banyak yang mati.
Pengembangan kopi tersebut akan menyasar sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi sebagai sentra kopi Buleleng di lima kecamatan.
Meliputi Busungbiu, Sukasada, Sawan, Banjar, dan Kubutambahan dengan kawasan potensial mencapai sekitar 1.370 hektare.
Sutjidra mengatakan pengembangan kopi sejalan dengan program penguatan ketahanan pangan nasional yang juga menyasar Buleleng.
Program tersebut akan berlangsung hingga 2029 dengan fokus pada empat komoditas utama.
Meliputi manggis dan durian sebagai komoditas buah-buahan, serta bawang merah dan sayuran hijau sebagai komoditas sayuran.
"Ini programnya akan berjalan sampai tahun 2029. Mudah-mudahan ini bisa menjadikan Buleleng sebagai daerah yang menunjang ketahanan pangan di tingkat lokal, regional, maupun nasional," ucapnya.
Selain 1,3 juta bibit kopi, Pemkab Buleleng juga menerima 55.000 bibit kelapa genjah.
Bibit tersebut akan disebarkan kepada 24 subak/kelompok tani di enam kecamatan yakni Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Sukasada, Banjar, dan Seririt.
Bantuan pertanian tersebut juga mencakup 14 unit mesin penanam padi atau rice transplanter.
Alsintan itu akan disalurkan kepada 14 subak di tujuh kecamatan, yakni Kubutambahan, Sawan, Buleleng, Sukasada, Banjar, Seririt, dan Busungbiu.
Sementara itu, I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upayanya menjembatani aspirasi petani di Bali, khususnya Buleleng.
Ia menilai Buleleng memiliki potensi pertanian yang besar karena didukung tenaga kerja, lahan, serta petani yang aktif.
"Saya selalu menjembatani keinginan-keinginan dari petani kita di Bali, hari ini khususnya di Buleleng," kata Adi Wiryatama.
Ia berharap bantuan pemerintah ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani dan subak.
Dengan begitu, bantuan diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Buleleng. (mer)