Jamie Carragher memicu kemarahan Gary Neville setelah membandingkan penyerang Arsenal Kai Havertz dengan Roberto Firmino
Rina Kusumawati September 07, 2026 03:08 AM

Jamie Carragher membuat Gary Neville geram setelah membandingkan penyerang Arsenal Kai Havertz dengan Roberto Firmino.

Gary Neville dan Jamie Carragher terlibat perdebatan sengit mengenai apakah penyerang Arsenal Kai Havertz mampu meniru peran krusial yang dulu dijalankan Roberto Firmino untuk Liverpool. Perdebatan itu memanas ketika Neville menuduh rekannya tidak menghormati pemain Brasil tersebut, sambil dengan tegas menolak anggapan bahwa Havertz beroperasi pada level luar biasa yang sama seperti mantan idola Anfield itu.

Neville menolak perbandingan antara Havertz dan Firmino.

Perselisihan itu terjadi di Sky Sports dalam program Super Sunday, ketika para pundit membahas Arsenal dan opsi serangan mereka. Arsenal sangat mengandalkan Havertz, yang didatangkan dari Chelsea seharga £65 juta pada 2023, dan terus menjadikannya starter di depan Viktor Gyokeres.

Saat menilai pengaruhnya setelah kemenangan 3-0 atas Coventry, Neville mengungkapkan keraguan bahwa Havertz bisa benar-benar menakuti para bek. Ia berkata: "Saya pikir memainkan Havertz di lini depan berarti para bek tengah bisa sedikit lebih berani bergeser ke sisinya, karena Havertz adalah pemain bagus, dia tampil sangat baik, tetapi dia tidak akan membuat Anda benar-benar ketakutan."

Carragher membela klaim kontroversialnya soal lini serang.

Carragher langsung membantah penilaian Neville dengan merujuk pada bagaimana Firmino memungkinkan Mohamed Salah berkembang pesat di Liverpool. Ia berargumen: "Itu tidak menghentikan Mo Salah saat ada Firmino." Perbandingan itu menyentuh titik sensitif Neville, yang segera membalas: "Tidak, tidak, tidak. Tolong, jangan tidak menghormati Firmino dalam hal kualitas pemain seperti apa dia." Ketika Carragher mencoba menjelaskan bahwa ia hanya berbicara "Dalam hal mencetak gol," Neville kembali menegaskan pujiannya kepada pemain Brasil itu. Ia menambahkan: "Dia luar biasa dalam cara dia menjadi pelengkap untuk [Sadio] Mane dan Salah, itu sangat penting."

Putusan akhir dari perdebatan taktik tersebut.

Perdebatan taktik itu ditutup dengan Carragher bertanya: "Jadi kenapa Havertz tidak bisa menjadi tipe pemain seperti itu?" Neville lalu memberikan penilaian akhir yang blak-blakan dengan mengatakan: "Saya tidak berpikir Havertz sebagus Firmino dalam aspek apa pun, bentuk apa pun, atau cara apa pun."

Firmino mengukuhkan warisannya dengan mencatatkan 111 gol dan 76 assist dalam 362 pertandingan selama delapan tahun di Anfield. Meski terutama beroperasi sebagai penyerang yang sering turun ke dalam untuk menghubungkan permainan, ia membantu meraih sejumlah gelar besar, termasuk Liga Primer dan Liga Champions. Sementara itu, Havertz telah membukukan 38 gol dan 18 assist dalam 114 penampilan untuk Arsenal, memimpin sistem yang didukung oleh Christos Tzolis, Bukayo Saka, dan Martin Odegaard.

Apa yang menanti lini serang Arsenal?

Arsenal menghadapi jadwal yang menantang saat mereka berupaya mempertahankan gelar Liga Primer. Setelah gagal mendatangkan penyerang lain sebelum tenggat transfer, klub menaruh kepercayaan sangat besar kepada Havertz untuk memimpin lini depan. Pemain Jerman itu kini harus menjaga kebugaran dan konsistensinya, serta membuktikan bahwa ia bisa mengatur serangan racikan Mikel Arteta seefektif Firmino dahulu melakukannya untuk Jurgen Klopp.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.