TRIBUNNEWS.COM - Paris Saint-Germain (PSG) berani memasang target tinggi di Liga Champions 2026/2027 dengan memburu gelar ketiga secara beruntun. Ambisi tersebut muncul ketika Les Parisiens menjuarai Liga Champions musim lalu.
Namun musim ini, penampilan PSG di kompetisi domestik justru sedang tersendat.
PSG belum meraih satu pun kemenangan dalam tiga pertandingan pertama Liga Prancis 2026/2027. Tim asuhan Luis Enrique baru mengoleksi dua hasil imbang dan satu kekalahan.
Situasi tersebut cukup kontras dengan ambisi PSG di Eropa.
Les Parisiens ingin kembali mengangkat trofi Liga Champions sekaligus mencatat sejarah sebagai tim yang mampu menjadi juara tiga musim secara berturut-turut.
Luis Enrique sebelumnya bahkan menegaskan bahwa Liga Champions tetap menjadi prioritas utama PSG musim ini.
"Tujuan kami jelas. Saya ingin memenangkan trofi penting dan tidak ada yang lebih penting daripada Liga Champions," kata Luis Enrique, dikutip dari France24.
PSG memiliki modal kuat untuk memasang target tersebut. Musim lalu, mereka berhasil mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti di Budapest.
Keberhasilan itu membuat PSG menjadi salah satu tim yang mampu menjuarai Liga Champions dalam dua musim beruntun. Mereka kini tinggal membutuhkan satu gelar lagi untuk mencatat hat-trick.
Baca juga: Jadwal Liga Champions Matchday Pertama: Big Match Real Madrid vs Inter Milan, MU Lawan Tim Debutan
PSG Ingin Samai Rekor Real Madrid
Namun, misi meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun bukan perkara mudah.
Dalam sejarah kompetisi Eropa, hanya sedikit klub yang mampu mencapai pencapaian tersebut.
Real Madrid pernah melakukannya pada 2016 hingga 2018 ketika berada di bawah asuhan Zinedine Zidane.
Sebelum era tersebut, Ajax juga berhasil meraih tiga gelar secara beruntun pada 1971-1973. Bayern Munchen kemudian mengulangi pencapaian serupa pada 1974-1976.
Real Madrid bahkan memiliki catatan yang lebih impresif. Los Blancos pernah memenangkan lima edisi Piala Eropa secara berturut-turut pada 1956 hingga 1960.
Kini, PSG berpeluang bergabung dengan klub-klub elite tersebut jika mampu kembali menjadi juara pada akhir musim 2026/2027.
Ambisi itu sekaligus menjadi tantangan besar bagi Enrique karena PSG harus mempertahankan konsistensi sepanjang musim, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Justru Terseok-seok di Liga Prancis
Menariknya, target besar PSG di Liga Champions berbanding terbalik dengan performa mereka di Liga Prancis.
Dalam beberapa musim terakhir, PSG begitu dominan di kompetisi domestik hingga Ligue 1 kerap mendapat julukan "liga tani" karena Les Parisiens terlalu sering menjadi juara.
PSG telah mengoleksi 11 gelar Liga Prancis dalam 13 musim terakhir.
Namun, dominasi tersebut belum terlihat pada awal musim ini.
Dari tiga pertandingan yang sudah dimainkan, PSG belum mampu mengamankan kemenangan.
Diimbangi Rennes dan Lille, PSG kemudian tumbang 2-1 atas AS Monaco.
Sebelumnya, PSG juga kehilangan Trophee Des Champions awal musim ini usai kalah dari Lens 1-0.
Start tersebut jelas bukan hasil yang diharapkan dari klub yang memiliki ambisi besar untuk mempertahankan gelar domestik sekaligus mengejar sejarah di Liga Champions.
Kondisi itu juga membuat PSG harus segera menemukan konsistensi sebelum memasuki fase musim yang lebih padat.
Luis Enrique Tidak Panik
Meski hasil PSG belum sesuai harapan, Luis Enrique tidak melihat situasi tersebut sebagai alasan untuk panik.
Pelatih asal Spanyol itu justru menilai PSG sebenarnya tampil cukup baik dan layak meraih kemenangan. Menurutnya, masalah utama terletak pada penyelesaian akhir dan faktor keberuntungan.
"Hari ini, bagi saya, sudah jelas bahwa kami layak meraih kemenangan, benar-benar jelas. Expected goals jelas berpihak kepada kami, tetapi itulah sepak bola—olahraga yang luar biasa," ungkap Enrique, dikutip PSG Info.
Menurut Enrique, sepak bola memang tidak selalu berjalan sesuai dengan statistik atau peluang yang tercipta.
"Sepak bola terkadang memang sulit dijelaskan, dan Anda harus menerimanya. Ini adalah jenis pertandingan yang biasanya, jika Anda benar-benar sedang tidak beruntung, berakhir dengan hasil imbang," lanjutnya.
Enrique juga masih melihat sejumlah hal positif dari penampilan PSG meski hasil akhir belum memuaskan.
"Jika Anda ingin saya berbicara tentang pertandingan ini, saya akan mengatakan bahwa saya puas dengan apa yang saya lihat. Jelas, ini baru awal musim, kami belum berada di level terbaik kami, tetapi saya melihat banyak hal positif," ujarnya.
Ia mengakui keberuntungan belum berpihak kepada PSG, tetapi yakin timnya masih memiliki waktu untuk memperbaiki keadaan.
"Jelas bahwa dalam hal keberuntungan, keberuntungan tidak berpihak kepada kami. Kami perlu mempersiapkan diri untuk masa depan."
Keyakinan Enrique terhadap kemampuan timnya bahkan tetap tinggi meski PSG belum meraih kemenangan dalam tiga laga awal Ligue 1.
Pelatih berusia tersebut tidak ragu menegaskan bahwa PSG masih memiliki peluang besar untuk menjadi juara pada akhir musim.
"Jika Anda ingin bertaruh siapa yang akan menjadi juara di akhir musim, mari lakukan itu... Namun saya tidak akan mengatakan lebih jauh," tutupnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Enrique tidak menganggap start buruk PSG sebagai gambaran kekuatan tim untuk satu musim penuh.
Jadwal Berat Menanti di Liga Champions
Sementara itu, perjalanan PSG di Liga Champions 2026/2027 juga tidak akan mudah.
Les Parisiens memang mendapatkan lawan yang relatif lebih ringan pada pertandingan pertama fase liga dengan menghadapi Slovan Bratislava pada Kamis (11/9) pukul 02.00 WIB.
Namun, tantangan akan meningkat setelahnya.
PSG dijadwalkan menghadapi sejumlah klub dengan kualitas tinggi, termasuk Manchester City, Barcelona pada bulan Oktober.
Sementara November, PSG akan melawan Villarreal dan AS Roma. Laga kontra Aston Villa digelar Desember, dan laga lawan Como serta Galatasaray digelar pada Januari 2027.
Rangkaian pertandingan tersebut akan menjadi ujian serius bagi skuad Enrique.
Jika ingin mewujudkan ambisi meraih hat-trick Liga Champions, PSG harus segera menemukan konsistensi permainan.
Start buruk di Liga Prancis menunjukkan bahwa musim ini tidak akan berjalan semudah yang dibayangkan.
Di satu sisi, PSG ingin terus mendominasi Prancis. Di sisi lain, mereka juga mengejar sejarah di Eropa.
Karena itu, kemampuan Enrique memperbaiki performa tim sejak awal musim akan menjadi kunci untuk menjaga dua ambisi besar tersebut tetap berada di jalur yang sama.
(Tribunnews.com/Ali)