Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Kepung Bandung Raya, Walkot Farhan Imbau Begini
Dedy Herdiana September 07, 2026 01:04 PM

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, seperti kita ketahui bersama jika erupsi Gunung Anak Krakatau kini tengah menjadi topik utama dimana-mana.

Pasalnya, salah satu dampak erupsi tersebut menyebabkan Bandung dan sekitarnya mengalami sebaran abu vulkanik.

Sebaran abu vulkanik tersebut mulai berdampak terhadap aktivitas transportasi udara. 

Bandara Husein Sastranegara, Bandung, ditutup sementara sehingga delapan penerbangan harus dibatalkan.

Baca juga: Waspada Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau! BPBD Ciamis Imbau Warga Lindungi Diri

Baca juga: Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, BPBD Ciamis Gerak Lintas Sektor

Melihat hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun buka suara, yang mana pemerintah daerah tengah menyusun langkah yang akan diterapkan apabila abu vulkanik benar-benar berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Kota Bandung.

Selain itu, Farhan pun juga menyoroti para pengendara motor yang tentu saja akan langsung terdampak oleh abu vulkanik.

Menurut Farhan, pengendara sepeda motor berada di ruang terbuka sehingga berpotensi lebih banyak terpapar kondisi udara di sepanjang perjalanan.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Belum Terapkan Kebijakan Khusus Terkait Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Baca juga: Update Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Ada di Jabar hingga Bengkulu

Imbauan masker belum dikeluarkan

Nah Tribuners, Farhan mengungkapkan kembali, jika salah satu langkah yang masih dibahas adalah kemungkinan pemberian imbauan kepada masyarakat terkait penggunaan masker.

Pemkot Bandung belum mengeluarkan kebijakan tersebut karena masih membutuhkan informasi dari sejumlah pihak mengenai kondisi dan dampak sebaran abu vulkanik.

"Belum, saya lagi nunggu dulu, nunggu dulu masukan dari semua orang baru nanti kita akan kami sampaikan umumnya pada hari ini," katanya. 

Hasil koordinasi tersebut nantinya akan menjadi dasar Pemkot Bandung dalam menentukan bentuk mitigasi dan informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.