Layanan Penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Normal Lagi, ASDP Tambah Kapal Urai Antrean
Seno Tri Sulistiyono September 07, 2026 01:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, GILIMANUK - Layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk kembali berjalan normal setelah sempat mengalami penundaan pada Minggu (6/9/2026). 

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kini mengoptimalkan kapasitas armada dan menyiapkan tambahan kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan, terutama angkutan logistik.

Sebelumnya, layanan penyeberangan sempat tertunda mulai pukul 16.15 hingga 17.34 WITA. Penundaan terjadi di tengah penyampaian aspirasi dari asosiasi sopir yang menyoroti kepadatan antrean kendaraan logistik serta pola operasional kapal dalam sekitar dua pekan terakhir.

Baca juga: Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Capai 8 Km, ASDP Kerahkan 23 Kapal

ASDP kemudian berkoordinasi dengan asosiasi sopir, regulator, kepolisian dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Setelah tercapai kesepakatan bersama, situasi di lapangan kembali kondusif sekitar pukul 17.30 WITA dan layanan penyeberangan kembali normal.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa yang terdampak antrean dan waktu tunggu dalam beberapa hari terakhir.

"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Karena itu, fokus kami adalah mempercepat penguraian antrean dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia, termasuk mengerahkan kapal-kapal berukuran besar. Tentunya seluruh upaya tersebut tetap kami lakukan melalui koordinasi erat dengan para regulator dan pemangku kepentingan dengan memperhatikan keselamatan dan kesiapan operasional," tutur Heru dalam keterangan, Senin (7/9/2026).

Untuk menambah kapasitas layanan Ketapang–Gilimanuk, ASDP telah menggerakkan KMP Jatra I menuju Tanjung Wangi. Kapal tersebut dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9/2026) sebelum memperkuat layanan penyeberangan sesuai kesiapan operasional.

Selain itu, KMP Portlink 0 juga diberangkatkan menuju Tanjung Wangi untuk mendukung layanan lintasan Tanjung Wangi-Lembar yang terhubung dengan Pelabuhan Gili Mas.

Optimalisasi jaringan ini diharapkan dapat menambah kapasitas angkutan sekaligus mengurangi tekanan kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Sembari menunggu tambahan armada, ASDP memaksimalkan kapal yang telah tersedia. Pola operasional di lintasan tersebut dapat dioptimalkan hingga maksimal delapan trip dengan tetap mengikuti ketentuan dan pengaturan dari pihak berwenang.

GM ASDP Ketapang Media Syahrianto mengatakan, pengaturan operasional terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi antrean dan pergerakan kendaraan di lapangan.

"Tim di lapangan terus melakukan penyesuaian pola operasi agar kapasitas kapal bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan proses pengaturan kendaraan dan pemuatan berjalan tertib, sehingga antrean dapat lebih cepat terurai," ungkap Media.

Kesepakatan yang dicapai bersama para pihak menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran operasional penyeberangan ke depan. Pengguna jasa juga diharapkan mematuhi pengaturan, serta arahan petugas selama proses penguraian antrean berlangsung.

ASDP memastikan akan terus memantau situasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk dan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan. Seluruh kapasitas yang tersedia akan dimaksimalkan untuk mempercepat normalisasi antrean dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.