SURYA.CO.ID BONDOWOSO – Antrean BBM mengular hingga 100 meter di sejumlah SPBU Bondowoso Jawa Timur sejak dua hari terakhir, sementara warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan semua jenis BBM akibat keterlambatan pasokan setelah Jalur Ketapang Banyuwangi macet parah.
Kendaraan roda dua dan roda empat tampak memenuhi jalur antrean di SPBU Kembang. Antrean bahkan meluber hingga ke luar area SPBU dan bertahan sampai Senin pagi.
Berdasarkan pantauan di SPBU Kembang pada Minggu (6/9/2026) malam pukul 23.30 WIB, antrean panjang terjadi pada jalur Pertalite. Antrean mengular hingga sekitar 100 meter dan terdiri dari dua lajur kendaraan roda dua dan roda empat.
Hingga Senin (7/9/2026) pagi, antrean kendaraan masih terpantau sepanjang 100 meter. Kondisi serupa terlihat di SPBU Tamansari pagi ini. Antrean kendaraan mengular hingga ke luar area SPBU, tepatnya sampai di sebelah selatan lampu lalu lintas.
Baca juga: Antrean Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih 4 Km, Gapasdap Tawarkan Perluasan Dermaga
Di tengah antrean yang memanjang, warga Bondowoso juga menghadapi persoalan lain, yakni sulitnya mendapatkan semua jenis BBM.
Seorang ASN di lingkungan Pemkab Bondowoso Jawa Timur berinisial H mengaku harus mencari BBM hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Ia berkeliling mencari solar maupun bensin untuk kendaraan roda empat dan roda duanya, tetapi hasilnya nihil.
"Akhirnya motor dinas kehabisan bensin dan diparkir di kantor. Saya baru sampai rumah jam 02.00 dini hari. Semua jenis BBM habis, langka semua," terangnya.
Keluhan serupa disampaikan Ningsih, ibu rumah tangga asal Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Meski rumahnya sangat dekat dengan SPBU, ia memilih membeli BBM eceran dengan harga lebih mahal Rp2.000 karena tidak sanggup mengantre terlalu lama.
"Beli Pertalite satu botol bekas air mineral ukuran besar harganya Rp20.000, biasanya kan Rp18.000," ujarnya.
Pilihan membeli BBM eceran membuat Ningsih harus membayar lebih mahal dibandingkan harga yang biasanya ia keluarkan.
Baca juga: Macet Lebih dari 20 Jam, Puluhan Sopir Truk Demo di Pintu Masuk Pelabuhan Ketapang
Pengawas SPBU Kembang, Adista Prabudi, menjelaskan antrean panjang terjadi akibat pasokan terlambat setelah Jalur Ketapang, Banyuwangi, mengalami kemacetan parah.
Karena kendala tersebut, pengiriman pasokan ke SPBU di Bondowoso mulai dialihkan dari Malang dan Surabaya.
"Iya, Mbak, kurang lebih sama seperti Jumat kemarin. Cuma sekarang kiriman dialihkan dari Surabaya dan Malang. Mungkin pasokannya masih dibagi agar merata dulu sampai kondisi di Banyuwangi kondusif," jelasnya.
Pernyataan senada disampaikan Manager SPBU Tamansari, Jagir. Menurutnya, seluruh SPBU di Bondowoso sudah mulai menerima pasokan bantuan dari Surabaya dan Malang pada Senin (7/9/2026) pagi.
Kemacetan di Banyuwangi sebelumnya memang menghambat pengiriman BBM. Di SPBU Tamansari, pasokan yang dijadwalkan masuk kemarin baru tiba pada Senin pagi.
Jumlah jatah yang diterima pun berkurang menjadi 8 KL untuk jenis Solar dan Pertalite, dari pasokan normal yang biasanya mencapai 24 KL.
"Ini bantuan dari Surabaya dan Malang, jadi pengirimannya agak terlambat," pungkasnya.
Sebelumnya, pada Jumat (4/9/2026) malam, dua SPBU di Bondowoso sempat kehabisan seluruh stok BBM. Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara terpaksa mendorong sepeda motor mereka.