TRIBUNGORONTALO.COM -- Upaya seorang pelajar perempuan berinisial NH (15) menyelamatkan diri setelah dicekik kekasihnya berakhir tragis.
NH sempat siuman, keluar dari area perkebunan dan mencari pertolongan warga sebelum akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
NH merupakan korban penganiayaan yang dilakukan kekasihnya sendiri, BGS (22), seorang petugas keamanan atau sekuriti di bekas sekolah tempat korban mengenyam pendidikan SMP.
Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Baca juga: Staf Ahli Gubernur Malut Sherly Tjoanda Jadi Tersangka, Ini Profilnya
Kasat Reskrim Polres Mandailing Natal, AKP Tri Boy Siahaan, mengatakan penganiayaan berlangsung pada Kamis (27/8/2026).
Kejadian bermula ketika NH meminta pertanggungjawaban kepada BGS karena diduga tengah mengandung hasil hubungan asmara mereka.
Namun, BGS disebut enggan bertanggung jawab karena belum siap menjadi seorang ayah.
Tersangka bahkan sempat memberikan obat penggugur kandungan kepada korban. Upaya tersebut tidak berhasil.
Setelah itu, BGS membawa NH berjalan-jalan hingga tiba di kawasan perkebunan yang berada di dekat persawahan.
Di lokasi tersebut, BGS kemudian melakukan penganiayaan terhadap NH dengan mencekik leher korban menggunakan tali.
Baca juga: Harga BBM Terbaru per Senin, 7 September 2026: Cek Tarif Pertalite-Pertadex Se-Indonesia
"Ketika korban hendak pulang, pelaku mengajak korban ke suatu tempat di dekat sawah. Di sana, korban dicekik oleh pelaku," ujar AKP Tri Boy Siahaan.
Setelah mencekik NH hingga korban tidak sadarkan diri, BGS meninggalkan lokasi dan melarikan diri.
Beberapa menit kemudian, NH ternyata kembali siuman.
Dalam kondisi tersebut, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berjalan keluar dari area perkebunan menuju jalan raya.
NH kemudian meminta pertolongan kepada warga yang melintas di sekitar lokasi.
Warga yang menemukan korban memberikan pertolongan dan membantu NH membuat laporan ke kantor polisi terdekat sembari menunggu kedatangan orang tuanya.
"Korban kemudian diberikan pertolongan oleh warga setempat, dan kejadian dilaporkan ke Polres, lalu korban dibantu menuju Polres untuk dibuatkan laporan sambil menunggu orang tuanya," kata Tri Boy.
Melihat kondisi NH yang mengalami luka berat, petugas kemudian mengarahkan korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Di tengah proses penanganan terhadap NH, BGS mendatangi kantor polisi pada Jumat (29/8/2026).
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Senin, 7 September 2026: Antam Turun Tipis, Galeri 24 dan UBS Stabil
Tersangka menyerahkan diri secara sukarela kepada pihak kepolisian, sehari sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.
"Pelaku menyerahkan diri," kata Kasat Reskrim Polres Mandailing Natal, AKP Tri Boy Siahaan, Sabtu (5/9/2026).
Sementara itu, kondisi kesehatan NH terus memburuk setelah menjalani perawatan.
NH akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (30/8/2026). (*)