Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Menhub Buka Bandara Alternatif & Siapkan Bus-Kereta
Talitha Daren September 07, 2026 02:07 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan perkembangan terbaru mengenai gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dikutip dari Youtube KompasTV pada 7 September 2026, sejumlah bandara sebelumnya ditutup sementara untuk memastikan keselamatan penerbangan. Dari delapan bandara yang terdampak penutupan operasional, satu bandara di Pagar Alam kini telah kembali dibuka setelah hasil paper test menunjukkan kondisi negatif.

Pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah bandara lain, termasuk Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Baca juga: Hujan Abu Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penerbangan Terganggu, Turis Asing Kebingungan Cari Informasi

Bandara Pagar Alam Kembali Dibuka

Dudy mengatakan keputusan membuka kembali bandara dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kondisi abu vulkanik di kawasan bandara.

Bandara Pagar Alam telah dinyatakan dapat kembali beroperasi setelah hasil paper test menunjukkan hasil negatif. Pemerintah masih memantau kondisi bandara lainnya sebelum mengambil keputusan terkait pembukaan kembali.

Salah satu bandara yang masih dalam evaluasi adalah Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Pemerintah akan kembali menyampaikan informasi kepada masyarakat apabila hasil pemeriksaan terbaru menunjukkan bandara tersebut sudah aman untuk digunakan.

Sebaran Abu Diperkirakan Bertahan hingga Sore

Berdasarkan laporan Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (Darwin VAAC), kondisi sebaran abu vulkanik diperkirakan relatif belum banyak berubah hingga sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Informasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dan otoritas penerbangan dalam menentukan operasional bandara.

Dudy mengatakan kondisi sebaran abu masih perlu dipantau secara berkala karena keberadaan abu vulkanik di udara dapat membahayakan penerbangan.

LAVA ANAK KRAKATAU - Tangkapan layar dari vidio amatir warga Lampung Selatan yang tengah memancing, dan kedapatan saat terjadinya erupsi gunung anak krakatau pada Sabtu (5/9/2026) (Tribun Trends/HO/IST/Ho/Istimewa via Tribun Pontianak)

Garuda Alihkan Penerbangan ke Kertajati

Di tengah gangguan tersebut, sejumlah maskapai mulai mengalihkan penerbangan ke bandara alternatif.

Garuda Indonesia menjadi salah satu maskapai yang telah mengalihkan penerbangannya ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dudy menyebut terdapat empat penerbangan Garuda yang dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Kertajati.

Penerbangan Garuda dari Jeddah dan Amsterdam juga direncanakan mendarat di Kertajati.

Pemerintah mendorong maskapai lain melakukan langkah serupa untuk mengurangi penumpukan penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.

Singapore Airlines Ganti Pesawat Lebih Besar

Singapore Airlines juga melakukan penyesuaian operasional dengan mengganti jenis pesawat yang digunakan untuk penerbangan menuju Surabaya.

Pesawat Boeing 737-800 yang sebelumnya digunakan diganti dengan Airbus A350 yang memiliki kapasitas penumpang lebih besar.

Dengan pergantian armada tersebut, kapasitas angkut ditingkatkan dari sekitar 150 penumpang menjadi sekitar 303 penumpang.

Langkah ini dilakukan untuk membantu mengangkut penumpang yang masih tertahan di Singapura akibat gangguan penerbangan menuju Indonesia.

Singapore Airlines juga akan memanfaatkan bandara alternatif lain, termasuk Yogyakarta.

ANAK KRAKATAU - Potret Gunung Anak Krakatau. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria memastikan dentuman misterius yang terdengar sejumlah warga Jawa Barat berasal dari rambatan gelombang akustik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau
ANAK KRAKATAU - Potret Gunung Anak Krakatau. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria memastikan dentuman misterius yang terdengar sejumlah warga Jawa Barat berasal dari rambatan gelombang akustik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (Tribun Trends/Tribun Lampung/Dedi Sutomo)

Pemerintah Buka Sejumlah Bandara Alternatif

Dudy mengatakan pemerintah membuka akses bagi maskapai untuk menggunakan sejumlah bandara alternatif.

Bandara yang disiapkan antara lain Kertajati, Semarang, Yogyakarta, Juanda, dan Solo.

Pemerintah bahkan mendorong maskapai internasional menggunakan pesawat berkapasitas besar jika memilih bandara alternatif di Indonesia.

Bandara Yogyakarta, misalnya, dinilai mampu melayani pesawat berukuran besar hingga Airbus A380.

"Jadi kita membuka kesempatan kepada airlines mana pun supaya para penumpang yang stranded di masing-masing negara bisa dapat kembali ke Tanah Air," kata Dudy.

Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mempercepat pemulangan penumpang Indonesia yang tertahan di luar negeri.

Jadwal Penerbangan Disesuaikan

Penerbangan yang dialihkan ke bandara alternatif tidak serta-merta mengikuti jadwal penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Dudy, jadwal akan disesuaikan dengan slot dan jadwal operasional masing-masing maskapai di bandara alternatif.

Pemerintah memberikan slot penerbangan kepada maskapai yang bersedia menggunakan bandara alternatif. Dengan demikian, penumpang yang berada di negara asal penerbangan dapat segera kembali ke Indonesia.

Sebaliknya, penumpang yang berada di Indonesia dan sebelumnya dijadwalkan berangkat melalui Jakarta juga dapat memanfaatkan bandara alternatif untuk melanjutkan perjalanan ke negara tujuan.

Bus dan Kereta Disiapkan untuk Penumpang

Pemerintah juga menyiapkan transportasi lanjutan bagi penumpang yang mendarat di bandara alternatif.

Transportasi berupa bus dan kereta api disediakan untuk membantu penumpang melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.

Dudy memastikan biaya transportasi lanjutan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh Angkasa Pura.

"Kita siapkan bus dan kereta untuk transportasi lanjutannya. Itu ditanggung sepenuhnya oleh Angkasa Pura," ujar Dudy.

Dengan skema tersebut, penumpang diharapkan tidak kesulitan melanjutkan perjalanan meskipun penerbangannya harus dialihkan ke bandara lain.

 

Operasional Pelabuhan Tetap Normal

Selain sektor penerbangan, pemerintah juga memantau aktivitas transportasi laut.

Dudy memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan normal dan tidak mengalami perubahan akibat kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, jumlah penumpang yang menggunakan layanan pelabuhan justru dilaporkan menurun. Karena itu, pemerintah belum melakukan penambahan kapal.

Hingga perkembangan terakhir, Garuda Indonesia dan Singapore Airlines menjadi dua maskapai internasional yang telah melakukan penyesuaian penerbangan. Sementara maskapai lainnya masih melakukan evaluasi untuk menentukan bandara alternatif yang dapat digunakan.

Pemerintah terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan akan memperbarui informasi terkait operasional bandara berdasarkan kondisi terbaru.

(TribunTrends.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.