BBM Langka, Antrean SPBU Mengular di Lumajang, Pengemudi Ojol Batalkan Pesanan
Haorrahman September 07, 2026 02:56 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kondisi ini dirasakan sejak beberapa hari terakhir, membuat antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pantauan di sejumlah kios BBM eceran di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Senin (7/9/2026), menunjukkan stok Pertalite kosong.

Kondisi itu disebut terjadi sejak Sabtu (5/9/2026). Pedagang BBM eceran yang masih berjualan hanya menyediakan Pertamax.

Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite dan Solar terjadi di SPBU Sukodono Lumajang sejak pagi. Hingga sekitar pukul 10.30 WIB, antrean kendaraan dan truk terlihat mengular hingga ke jalan raya.

Antrean serupa juga terjadi di SPBU Tempeh dan Labruk. Sejumlah kendaraan sudah mengantre sejak sekitar pukul 06.00 WIB untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Baca juga: SMKN 3 Bondowoso Ubah Motor dan Mobil BBM Jadi Hybrid, Tambah LPG 3 Kg Bisa Tempuh 245

Ojol Batalkan Pesanan

Kelangkaan Pertalite tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan secara umum, tetapi juga mengganggu aktivitas pengemudi ojek online (ojol).

Salah satunya dirasakan Holil, warga Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Pada Senin (7/9/2026), ia harus menghabiskan waktu untuk mengantre Pertalite di SPBU Sukodono.

Saat ditemui di lokasi, Holil mengaku sudah sekitar 30 menit mengantre. Ketika itu, masih ada sekitar 10 kendaraan di depannya.

Waktu yang seharusnya digunakan untuk menerima pesanan justru tersita karena harus mencari dan mengantre BBM. Bahkan, ia mengaku telah membatalkan tiga orderan dalam sehari karena bahan bakar kendaraannya tidak mencukupi.

Baca juga: Pertamina Regional Sumbagut Pastikan Pasokan BBM ke SPBU Tetap Aman

"Sudah tiga kali antre SPBU, di Bago tadi saya cari tidak ada, sekarang SPBU ketiga. Pembatalan orderan sudah otomatis terjadi, ada mungkin 3 orderan terpaksa dibatalkan, la wong antre BBM," ujarnya.

Menurut Holil, kondisi antrean panjang tersebut sudah berlangsung sekitar lima hari. Ia mengatakan hampir setiap SPBU yang didatanginya dipenuhi kendaraan yang sama-sama mencari Pertalite.

"Ini saya sudah tiga puluh menit antre, sampai sekarang belum juga dapat. Otomatis tidak bisa kerja," ucapnya.

Kondisi semakin menyulitkan karena stok Pertalite di sejumlah kios BBM eceran juga tidak tersedia.

"Sempet kemarin cari pertalite tidak ada barangnya (di SPBU) jadi tidak bisa kerja. Cari eceran juga tidak ada," kata Holil.

Baca juga: Bareskrim Polri Kabarnya Tangani Kasus Dugaan Penimbunan BBM Ilegal di Jember, Polda Jatim Menjawab

Penjelasan Pertamina

Pertamina Patra Niaga menyebut antrean BBM di sejumlah SPBU Jember, Lumajang, dan wilayah sekitarnya berkaitan dengan kendala distribusi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pengiriman BBM terkendala kemacetan panjang di wilayah Ketapang, Banyuwangi.

Kemacetan tersebut mencapai sekitar 12 kilometer dan terjadi seiring revitalisasi kapasitas dermaga ASDP. Akibatnya, perjalanan mobil tangki yang membawa BBM menuju Jember, Lumajang, dan daerah sekitarnya tidak berjalan optimal.

"Kami memahami adanya antrean yang terjadi di sejumlah SPBU Jember, Lumajang dan sekitarnya. Pertamina terus memperkuat penyaluran dan mengatur prioritas pengiriman, khususnya untuk SPBU di pusat kota," tanggapnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Koordinasi dilakukan untuk mencegah pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

"Di saat yang sama, kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” kata Ahad.

Pertamina selanjutnya memetakan kebutuhan BBM di masing-masing wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan prioritas pengiriman sekaligus memperkuat pasokan Pertalite melalui optimalisasi dan alih suplai.

Baca juga: Kapolda Jatim Apresiasi Polres Probolinggo Ungkap Penyalahgunaan BBM

Menurut Ahad, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada 5 September 2026, realisasi suplai Pertalite disebut telah mencapai sekitar 110 persen.

"Pertamina merespons kebutuhan tersebut dengan memperkuat penyaluran. Pada 5 September 2026, realisasi supply Pertalite telah mencapai sekitar 110 persen yang menunjukkan bahwa proses build up stok di SPBU mulai berjalan," imbuhnya.

Selain itu, Pertamina berkoordinasi dengan IT Tanjungwangi Banyuwangi untuk mendorong alih suplai dari IT Surabaya dan IT Malang.

Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan SPBU di Lumajang sekaligus mengurai antrean panjang BBM.

"Dengan demikian armada dapat lebih difokuskan untuk memperkuat penyaluran BBM di wilayah Jember, Lumajang dan sekitarnya. Pertamina memastikan ketersediaan BBM tetap menjadi prioritas dan penyaluran terus dipantau secara berkala," jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.