TRIBUNKALTENG.COM, LAMANDAU - Hujan mulai turun di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (06/09/2026) siang kemarin WIB.
Meskipun demikian, hujan yang turun di masih dengan intensitas rendah.
Mulai turunnya hujan diharapkan mampu menekan titik api atau hot spot yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan di Lamandau.
Berdasarkan data rekapitulasi hotspot Kabupaten Lamandau pada 1-6 September 2026, tercatat sebanyak 1.021 titik panas dengan kategori rendah, menengah, dan tinggi.
Baca juga: Karhutla Meluas, Bupati Lamandau Minta Warga Tak Hanya Andalkan Petugas Pemadam Saja
Pihak BMKG Iskandar Pangakalan Bun, Forecaster on Duty, Ni Kadek Trisna Dewi menjelaskan, jika dibandingkan dengan kondisi pada 1 dan 2 September 2026, memang terjadi penurunan jumlah hotspot.
Namun, jumlah hotspot masih bersifat fluktuatif.
"Jika dibandingkan dengan tanggal 1 dan tanggal 2 September, memang ada penurunan jumlah hotspot. Namun, tren jumlah hotspot masih fluktuatif karena dipengaruhi faktor lain juga selain curah hujan," jelasnya.
Pihak BMKG juga melihat kondisi tingkat kemudahan terjadinya kebakaran melalui indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC).
Berdasarkan peta tersebut, kondisi hari ini dan besok diperkirakan relatif aman.
Namun, setelah itu kondisi kembali berpotensi rawan.
"Jika melihat peta tingkat kemudahan kebakaran (Fine Fuel Moisture Code), hari ini dan esok kondisi aman, namun selanjutnya kembali rawan. Sehingga peningkatan hotspot tetap harus diwaspadai," jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, meski hujan telah turun di sejumlah titik, kewaspadaan terhadap potensi karhutla tetap diperlukan.
"Hujan dengan intensitas rendah atau hanya terjadi di wilayah tertentu belum tentu mampu membasahi bahan bakar permukaan secara merata sehingga potensi munculnya titik panas masih dapat terjadi." pungkasnya.
Salat Istisqa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menggelar, salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Shalat istisqa tersebut dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamandau, KH Nur Afif, Senin (07/09/2026) pagi WIB.
Dalam khutbahnya, Subehan mengajak jemaah untuk menjaga dan merawat alam serta lingkungan sekitar.
Sementara itu, Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid mengatakan, pelaksanaan shalat istisqa merupakan bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk memohon turunnya hujan.
"Ini sebagai bentuk ikhtiar untuk meminta hujan. Semoga dalam beberapa hari ke depan Lamandau diguyur hujan yang lebat," harap Abdul Hamid.