Bentrokan Dua Kelompok Silat di Polokarto Sukoharjo, Polisi Ungkap Kronologi hingga Ada 500 Orang
Putradi Pamungkas September 07, 2026 04:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Bentrokan antara kelompok perguruan silat terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (7/9/2026) dini hari.

Polisi menyebut massa yang terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut mencapai sekitar 500 orang.

Kapolsek Polokarto AKP Sri Haryanto mengungkapkan, bentrokan tersebut merupakan rangkaian kejadian yang bermula sejak Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Sebelum bentrokan terjadi, terdapat kegiatan pengesahan pesilat di wilayah Bendosari.

Usai kegiatan tersebut, rombongan tersebut bergerak melakukan konvoi.

Jumlah massa yang mengikuti rombongan cukup banyak sehingga kepolisian melakukan pengaturan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan.

"Sebetulnya kejadiannya itu beruntut, kejadiannya itu sudah sejak Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelumnya, malam minggu itu kan ada pengesahan pesilat di Bendosari," ujar Sri Haryanto, Senin (7/9/2026).

BENTROKAN - Tangkap layar rekaman kamera CCTV bentrokan antar kelompok terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (7/9/2026) dini hari. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dan sempat diabadikan melalui video oleh seorang warga. Dalam video yang beredar, terlihat dua kelompok saling melempar batu di jalanan. Sejumlah orang yang terlibat juga tampak membawa papan kayu dan bambu.
BENTROKAN - Tangkap layar rekaman kamera CCTV bentrokan antar kelompok terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (7/9/2026) dini hari. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dan sempat diabadikan melalui video oleh seorang warga. Dalam video yang beredar, terlihat dua kelompok saling melempar batu di jalanan. Sejumlah orang yang terlibat juga tampak membawa papan kayu dan bambu. (TribunSolo.com/Istimewa)

Rangkaian Bentrokan Dua Kubu

Rombongan kemudian bergerak dari wilayah Mojolaban.

Sesampainya di simpang tiga Sedan, Polokarto, polisi mengarahkan sebagian massa yang hendak menuju Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu, massa yang berada di wilayah Polokarto diarahkan untuk melanjutkan perjalanan menuju Polokarto.

Namun, saat rombongan tiba di simpang tiga Jengglong, Jatisobo, Polokarto, terjadi aksi pelemparan batu.

Menurut keterangan kepolisian, pelemparan tersebut diduga dilakukan oleh salah satu oknum perguruan terhadap rombongan yang sedang melakukan konvoi.

"Sebelum bentrokan pecah, sudah ada provokasi lemparan batu dari salah satu oknum ke yang saat itu sedang konvoi," jelasnya.

Aksi tersebut kemudian berkembang hingga Minggu malam.

Massa disebut keluar dengan jumlah yang cukup banyak.

Polisi memperkirakan massa yang berkumpul mencapai sekitar 500 orang.

Kepolisian kemudian melakukan langkah pengamanan dan memberikan penanganan secara bertahap.

"Nah keluar dengan analisa massa sebanyak 500 orang, dan dia minta keterangan dari kepolisian," katanya.

Sri Haryanto mengatakan, kepolisian tidak langsung melakukan pemeriksaan secara keseluruhan, melainkan menjalankan sejumlah langkah sesuai tahapan penanganan.

Di antaranya dengan memanggil saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Penanganan yang kita lakukan di Polsek, hadir juga pejabat Polres memberikan keterangan, langkah pemeriksaan itu tidak serta-merta akan tetapi tahap demi tahap sudah kita lakukan. Di antaranya pemanggilan saksi, setelah itu olah TKP," ungkapnya.

Baca juga: Dampak Bentrokan Polokarto Sukoharjo: Warga Mengaku Trauma, Anak Menangis saat Kejadian

Bentrokan Kembali Terjadi di Desa Mranggen

Setelah dilakukan pembubaran, massa kemudian melintas di wilayah Desa Mranggen.

Namun, karena jumlah massa yang cukup banyak, situasi kembali memanas dan terjadi aksi saling lempar batu.

"Kepolisian sebetulnya sudah mengawal dan sudah melakukan langkah-langkah itu dan di Mranggen pun kita berikan kekuatan tambahan," ujarnya.

Personel tambahan kemudian dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mencegah bentrokan kembali terjadi.

Aksi bentrokan tersebut juga sempat terekam dalam video warga.

Dalam rekaman terlihat dua kelompok saling melempar batu di jalan.

Sejumlah orang yang terlibat juga terlihat membawa papan kayu dan bambu.

Baca juga: Pasca Bentrokan di Polokarto Sukoharjo, Batu Bata Berserakan, Satu Rumah Warga Terdampak

Rumah Warga Rusak Terkena Lemparan Batu

Pasca bentrokan, kondisi di lokasi masih menyisakan sejumlah material yang diduga digunakan saat aksi berlangsung.

Pantauan TribunSolo.com pada Senin sekitar pukul 09.00 WIB, batu bata terlihat berserakan di sepanjang jalan.

Bentrokan tersebut juga berdampak terhadap warga sekitar.

Satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terkena lemparan batu.

Bagian atap rumah mengalami kerusakan, sementara kaca jendela juga pecah.

Terkait adanya korban, Kapolsek Polokarto menyebut pihaknya tidak menerima laporan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.

"Terkait korban kami tidak menerima laporan korban jiwa maupun luka," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.