SURYA.co.id - Axioo resmi meluncurkan Axioo Hype AI G3, laptop AI yang dirancang untuk mendukung kebutuhan belajar, bekerja, hingga berbagai aktivitas produktivitas sehari-hari.
Laptop terbaru Axioo ini menggabungkan kemampuan AI dengan performa produktivitas dalam desain tipis dan ringan. Bobotnya sekitar 1,25 kg sehingga lebih mudah dibawa untuk pengguna dengan mobilitas tinggi.
Peluncuran Axioo Hype AI G3 dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan perangkat yang mampu mendukung pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI.
“Tren AI membawa peluang besar, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi industri PC. Tingginya kebutuhan infrastruktur AI ikut memberikan tekanan terhadap ketersediaan dan harga komponen seperti memori, sementara di sisi lain konsumen justru semakin membutuhkan perangkat yang siap menghadapi era AI," kata Timmy Theopelus, Vice President of Business Development & Strategic Partnership PT Tera Data Indonusa Tbk, Senin (7/9/2026).
Menurut Axioo, perkembangan AI tidak hanya membutuhkan teknologi dengan spesifikasi tinggi. Akses terhadap perangkat yang mampu menjalankan fitur AI secara lebih praktis dan terjangkau juga menjadi bagian penting dalam memperluas pemanfaatan teknologi tersebut.
“Inilah yang kami wujudkan melalui prinsip Innovative Yet Affordable. Kami percaya bahwa kesiapan Indonesia memasuki era AI tidak hanya membutuhkan teknologi di level infrastruktur, tetapi juga akses teknologi yang lebih luas di level pengguna," lanjut Timmy.
Melalui Hype AI G3, Axioo menawarkan laptop AI dengan harga mulai dari Rp8 jutaan. Perangkat ini juga memungkinkan pemrosesan AI secara on-device untuk workload yang didukung.
Seri Axioo Hype AI G3 hadir dalam dua varian, yakni Axioo Hype AI 3 G3 dan Axioo Hype AI 5 G3.
Keduanya menggunakan prosesor Intel® Core™ Series 3 terbaru yang telah dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) untuk mendukung akselerasi AI.
Axioo Hype AI 3 G3 menyasar mahasiswa, fresh graduate, dan first-jobber. Laptop ini ditujukan untuk kebutuhan belajar, riset, pekerjaan sehari-hari, hingga penggunaan berbagai AI tool.
Sementara itu, Axioo Hype AI 5 G3 ditujukan bagi pengguna dengan kebutuhan produktivitas lebih intens, seperti profesional muda, pekerja hybrid, dan pelaku usaha yang membutuhkan performa lebih untuk multitasking serta workflow berbasis AI.
Axioo Hype AI 3 G3 menggunakan Intel® Core™ 3 Processor 304 dengan Intel Graphics. Sedangkan Axioo Hype AI 5 G3 dibekali Intel® Core™ 5 Processor 320 dengan Intel Graphics.
Kedua varian tersebut memiliki layar 14 inci FHD+ IPS dengan resolusi 1920 x 1200 dan rasio 16:10. Keduanya juga dibekali memori 8GB LPDDR5 6400MHz.
“Perkembangan AI mengubah ekspektasi terhadap sebuah PC. Jika sebelumnya AI merupakan fitur yang terasa futuristik, kini AI semakin menjadi bagian dari cara pengguna bekerja, belajar, dan berkreasi. Karena itu kami menghadirkan Intel® Core™ Series 3 yang sudah dibekali dengan NPU ke dalam lini prosesor mainstream," tambah Harry K Nugraha, Country Manager Intel Indonesia.
Menurut Harry, pengembangan ekosistem AI PC perlu diperluas agar teknologi tersebut tidak hanya tersedia untuk pengguna perangkat premium.
“Kolaborasi Intel dan Axioo melalui seri Hype AI G3 ini menjadi salah satu contoh bagaimana kapabilitas AI dari Intel dapat diterjemahkan ke dalam perangkat yang lebih ringan, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pengguna sehari-hari,” ungkap Harry.
Selain kemampuan AI, mobilitas menjadi salah satu aspek yang ditawarkan Axioo melalui Hype AI G3.
Laptop ini memiliki bobot sekitar 1,25 kg sehingga cocok digunakan oleh pengguna yang kerap berpindah tempat, mulai dari rumah, kampus, kantor, hingga kafe.
Dari sisi daya tahan, Axioo menyebut baterai Hype AI G3 mampu bertahan lebih dari 22 jam untuk pemutaran video 1080p berdasarkan pengujian internal perusahaan.
Dengan kemampuan tersebut, pengguna dapat menjalankan aktivitas belajar, bekerja maupun hiburan tanpa terlalu sering bergantung pada sumber listrik.
Laptop ini juga mendukung konektivitas USB Type-C dengan fungsi Power Delivery, DisplayPort, charging, dan data.
Axioo turut memberikan perlindungan Axioo Accidental Damage Protection (ADP) XTRA hingga tiga tahun untuk seluruh seri Hype AI G3.
Perlindungan tersebut mencakup sejumlah risiko kerusakan yang tidak disengaja, seperti benturan, kerusakan akibat cairan, korsleting listrik, kebakaran, dan bencana alam.
Program tersebut juga mencakup kehilangan akibat pencurian atau perampokan sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk mendukung layanan purna jual, Axioo menyebut telah memiliki lebih dari 183 service center yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Axioo Hype AI G3 ditawarkan dalam beberapa pilihan warna dan harga.
Axioo Hype AI 3 G3 dibanderol mulai Rp8 jutaan dengan pilihan warna Grey, Blue, dan Pink.
Sedangkan Axioo Hype AI 5 G3 dibanderol mulai Rp9 jutaan dan tersedia dalam pilihan warna Grey.
Axioo juga menyediakan opsi cicilan 0 persen di toko offline rekanan yang telah bekerja sama dengan Indodana PayLater dan Home Credit Indonesia.
Kedua penyedia layanan Buy Now Pay Later tersebut disebut telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.
Kehadiran pilihan pembayaran tersebut memberikan alternatif bagi konsumen untuk memperoleh laptop sesuai kebutuhan sekaligus menyesuaikan pembelian dengan kemampuan finansial.
Melalui Hype AI G3, Axioo ingin membuat teknologi AI lebih mudah diakses oleh pengguna yang membutuhkan perangkat untuk sekolah, kuliah maupun pekerjaan.
Pendekatan yang ditawarkan bukan hanya mengejar performa, tetapi juga menggabungkan kemampuan AI, mobilitas, efisiensi, perlindungan perangkat, dan harga yang lebih terjangkau.
Dengan kombinasi tersebut, Axioo Hype AI G3 menjadi salah satu pilihan laptop AI bagi pengguna yang ingin mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam aktivitas sehari-hari.
Adapun hasil pengujian internal Axioo menggunakan skenario Battery Video Playback 1080p dengan tingkat kecerahan layar 100 nits, volume 30 persen, Wi-Fi aktif namun tidak terhubung ke jaringan, serta Windows Defender dinonaktifkan.
Hasil pengujian dapat berbeda tergantung konfigurasi perangkat, pengaturan, kondisi penggunaan, aplikasi yang dijalankan, dan faktor lainnya.