- BMKG menyebut fenomena El Nino yang terjadi saat ini berada dalam kondisi **sangat kuat**. Kondisi ini membuat kekeringan di Indonesia semakin parah karena berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, mengatakan El Nino diperkirakan masih kuat setidaknya hingga satu bulan ke depan dan baru akan melemah secara bertahap hingga awal 2027.
"El Nino-nya sekarang itu sedang pada fase sangat kuat. Sampai beberapa bulan ke depan, minimal sebulan ke depan masih sangat kuat ya. Dan ini bertahan, akan luruh sampai dengan tahun depan, awal tahun, awal tahun depan," kata Seto di Graha Marinir Panti Perwira, Kwitang, Jakarta, Senin (7/9/2026).
"Tetapi persoalannya, kekeringan itu terjadi menjadi parah karena El Nino ini berbarengan dengan musim kemarau," lanjut dia.
Menurut BMKG, kondisi paling berat diperkirakan terjadi hingga akhir September 2026.
"Jadi paling berat memang sampai dengan akhir September. Kemudian perlahan-lahan eskalasi ini akan melemah, dimulai dengan bulan Oktober, November seluruh persoalan kekeringan, kebakaran hutan, sudah mulai selesai," kata Seto.
"Oktober menjadi musim transisi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kekeringan, karhutla, dan sebagainya," ucap dia.
Memasuki Oktober, curah hujan mulai meningkat sehingga persoalan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla diharapkan perlahan mereda.
Musim kemarau sendiri diprediksi berakhir pada November.
Di tengah ancaman tersebut, pemerintah juga meningkatkan penanganan karhutla.
Menko Polkam Djamari Chaniago memimpin rapat koordinasi bersama ratusan perusahaan pemegang HGU dan PBPH di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Pemerintah menilai risiko karhutla masih dapat meningkat karena El Nino belum mencapai puncaknya.
Selain faktor cuaca, pemerintah juga menemukan adanya karhutla yang disebabkan kesengajaan maupun kelalaian.
Karena itu, pemerintah menegaskan akan menindak pelanggaran sesuai hukum. Bahkan, sejumlah kasus sudah mulai diproses secara hukum.
Pemerintah juga menghentikan sementara aturan daerah yang sebelumnya memberikan ruang untuk pembakaran lahan berdasarkan kearifan lokal dengan batas tertentu.
Dengan kondisi El Nino yang masih kuat, masyarakat dan perusahaan di wilayah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah menargetkan masalah kekeringan dan karhutla mulai mereda pada Oktober hingga November 2026. (*)