Cerita Pegawai Apotek di Kota Bogor, Stok Masker Ludes dalam Waktu Singkat Imbas Abu Vulkanik
Vivi Febrianti September 07, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Masker kini jadi barang buruan warga di tengah ancaman kesehatan akibat hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hal ini terjadi di Kota Bogor setelah kota hujan ini juga ikut terdampak dan dihujani abu vulkanik.

Terpantau, Senin (7/9/2026), para warga di Kota Bogor ramai-ramai menggunakan masker ketika keluar ruangan.

Terutama pengendara sepeda motor yang terpantau dominan menggunakan masker saat berkendara.

Terlebih, debu jalanan di Kota Bogor juga meningkat imbas abu vulkanik mengendap di jalan dan kembali beterbangan saat dilindas ban pengendara.

Sehingga masker menjadi sangat dibutuhkan di tengah kondisi saat ini.

Sheila, pegawai salah satu apotek di Bogor Tengah, Kota Bogor mengaku bahwa stok masker di apotek tempat dia bekerja kini cepat ludes dibanding biasanya.

Stok masker yang biasanya habis terjual dalam hitungan hari, kini malah ludes dalam hitungan jam.

"Kemarin (hari Minggu) kan kita tutupnya jam 17.00 WIB, terus datang masker 24 boks, itu habis tadi pagi," kata Sheila kepada TribunnewsBogor.com, Senin (7/9/2026).

Setelah itu, kata Sheila, karena kehabisan stok masker, dilakukan restock (tambah ulang persediaan barang) untuk masker ini.

Namun restock masker tersebut juga langsung ludes dalam waktu singkat.

Sehingga pada Senin (7/9/2026) siang jelang sore, apotek tempatnya bekerja sudah kembali kehabisan stok masker.

"Datang lagi tadi pagi, habis lagi. Tadi datang lagi masker 12 boks, habis lagi," katanya.

Pihak apotek pun kini hanya bisa menunggu pengiriman barang stok masker.

Kondisi ini juga dialami apotek-apotek lainnya di Bogor di tengah ancaman kesehatan dari abu vulkanik ini.

Seperti apotek di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor yang juga mengaku stok maskernya cepat habis usai banyak diburu pembeli sejak Minggu (6/9/2026) kemarin.

Diketahui, hujan abu vulkanik turut kejutkan warga Bogor sejak Minggu (6/9/2026) dini hari.

Terpantau, saat TribunnewsBogor.com berkendara di jalanan Kota Bogor, abu vulkanik beterbangan di atas aspal.

Abu vulkanik yang mengendap di jalan setelah hujan abu vulkanik kembali beterbangan usai dilindas ban kendaraan.

Kondisi ini terpantau membuat mata cepat perih.

Sehingga bagi pengendara sepeda motor disarankan tidak hanya menggunakan masker saat berkendara.

Tapi juga mengenakan helm yang dilengkapi visor atau kaca depan helm agar tidak mudah mengalami mata perih di jalan.

Pihak pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor juga berupaya mengurangi abu vulkanik di jalanan yang mengganggu ini, yaitu dengan dilakukan penyemprotan jalan melibatkan Damkar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.