TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menjadi perhatian sebagian besar masyarakat, menyusul meluasnya sebaran abu vulkanik yang terpantau mencapai sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta hingga Jawa Barat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa paparan abu vulkanik berintensitas tinggi sangat berisiko memicu gangguan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga masalah kulit, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung.
Lantas, apa saja dampak abu vulkanik bagi kesehatan dan bagaimana cara melindungi diri?
Selama sebaran abu vulkanik masih memengaruhi kualitas udara, masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah dan tetap mengikuti informasi serta arahan dari pihak berwenang.
Mengutip dari Halodoc, berikut sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko paparan abu vulkanik, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Jika tidak memiliki keperluan mendesak, sebaiknya tetap berada di dalam rumah. Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi kemungkinan abu masuk ke dalam ruangan.
Masker juga perlu digunakan dengan benar agar menutup hidung dan mulut secara rapat.
Selain saluran pernapasan, mata dan kulit juga perlu dilindungi.
Gunakan kacamata pelindung ketika harus berada di luar ruangan. Kenakan pula pakaian berlengan panjang dan celana panjang untuk mengurangi kontak langsung abu dengan kulit.
Jika abu masuk ke mata, segera bilas mata dengan air bersih. Jangan menguceknya karena dapat memperparah iritasi.
Abu vulkanik dapat menempel pada pakaian, rambut maupun kulit setelah seseorang beraktivitas di luar. Karena itu, segera mandi dan mengganti pakaian setelah kembali ke rumah.
Cuci tangan dan wajah menggunakan air bersih untuk membantu menghilangkan sisa abu yang menempel.
Abu yang menumpuk di halaman, lantai, atap maupun saluran air perlu dibersihkan.
Gunakan metode pembersihan yang tidak membuat abu kembali ke udara, misalnya membasahi permukaan terlebih dahulu atau langsung menggunakan pel basah.
Baca juga: Imbas Abu Vulkanik Masker di Bogor Kini Jadi Buruan Warga, Sejumlah Apotek Kehabisan Stok
Masyarakat sebaiknya segera memeriksakan kondisi ke fasilitas kesehatan terdekat jika keluhan setelah terpapar abu vulkanik terasa semakin berat atau tidak kunjung membaik. Terlebih jika muncul gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang semakin berat.
Namun, jika tidak memungkinkan untuk mendatangi fasilitas kesehatan, masyarakat bisa melakukan konsultasi dengan dokter secara online.
Salah satunya melalui layanan Halodoc on WhatsApp yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi dengan dokter melalui kanal yang mudah diakses.
Fitur ini dapat digunakan tanpa perlu mengunduh aplikasi maupun melakukan login, sehingga akses terhadap layanan kesehatan dapat dilakukan melalui WhatsApp yang sudah digunakan sehari-hari.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan, berkonsultasi dengan dokter, hingga memenuhi kebutuhan obat.
Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat melakukan pembelian obat dengan jaminan 100 persen produk asli serta memanfaatkan layanan pengiriman obat dalam waktu satu jam.
Fitur ini juga tersedia selama 24 jam, termasuk untuk konsultasi dengan dokter serta pembelian dan pengiriman obat.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau konsultasi kesehatan awal, Halodoc on WhatsApp dapat diakses melalui 0811-9693-1100 atau WhatsApp Halodoc
Baca juga: Penerapan PPJ Imbas Abu Vulkanik Bikin Jalan Kota Bogor Lengang, Antrean di Jalan Ahmad Yani Hilang