Cerita Petugas Kebersihan Kerja Keras Bersihkan Abu Tebal Bandara Soetta
GH News September 07, 2026 06:08 PM
Tangerang -

Sudah dua hari Bandara Soekarno-Hatta ditutup akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Petugas kebersihan pun kini harus bekerja ekstra.

Mereka terlihat lebih sering untuk membersihkan area luar setiap terminal dari abu tebal akibat erupsi gunung Anak Krakatau.

Abu vulkanik tebal yang bertebaran itu membuat para petugas di Bandara Soekarno-Hatta mesti bekerja ekstra. Tak sekadar menyapu, mereka harus bekerja lebih cepat sekaligus berhati-hati karena karakter abu vulkanik berbeda dari debu yang biasa mereka temui.

Saat ditemui detikTravel di Terminal 1B, petugas Quality Control Kebersihan Terminal 1,2, 3, Nana Mardiana, mengutarakan abu yang muncul saat penutupan bandara ini cukup tebal. Tapi untuk hari ini, abu yang mengotori area terminal tidak separah pada hari Minggu, saat bandara pertama kalo ditutup.

"Jadi biasanya kan kita kan di sini di area luar ada main lobby dasar gitu kan ya, jadi biasanya tuh kita bersih sebelum ada abu vulkanik ya. Nah pas katanya penutupan nih ada abu vulkanik, jadi tuh debunya tebal banget, jadi pas kita bersihin tuh ketara banget gitu," ungkap Nana, Senin (7/9/2026).

"Tapi hari ini tuh udah mendingan sih. Enggak cukup parah kayak kemarin," lanjutnya.

Bersamaan dengan Nana, Petugas Kebersihan Terminal 1, Pihana, menjelaskan bahwa abu yang terbawa itu mempunyai karakteristik yang sulit untuk dibersihkan. Jika debu biasa saat setelah dibersihkan, kondisi lantai dapat bertahan sekitar 10-20 menit sebelum kembali terlihat kotor.

Namun, hal itu tidak berlaku untuk abu vulkanik. Sekali dibersihkan, masih ada partikel yang tertinggal dan menempel di permukaan lantai.

"Untuk saat ini, setelah kita progress, lantai ini kalau cuma sekali kita usap itu nggak bakal bersih. Karena sisanya itu masih nempel di area ubin," jawab Pihana.

Pekerja Kebersihan Bandara SoettaPekerja Kebersihan Bandara Soetta Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

"Sementara kita masih menggunakan (pembersihan secara) manual pakai sapu yang bahannya itu kain, jadi untuk menghilangkan partikel yang kasar-kasar dulu. Selebihnya kita bilas sama mesin scrubber, kita punya mesin khusus untuk lantai," jelasnya.

Imbas tersebarnya abu vulkanik ini juga membuat jumlah petugas kebersihan di area lobby ditambah. Jika dalam kondisi normal satu lobby ditangani dua orang, saat abu vulkanik menumpuk jumlahnya menjadi tiga orang untuk mempercepat proses pembersihan.

Pembersihan pun dilakukan selama 24 jam dengan pembagian tim. Penambahan personel menjadi salah satu cara agar area yang terdampak abu dapat segera kembali bersih.

"Biasanya satu lobby tuh kita dua orang, nah saat ini kita tambah jadi tiga orang. Jadi kita hitungannya itu per meter, biasanya satu orang tuh mencapai sekitar 10 meter, sekarang kita dua orang bisa jadi 10 meter. Jadi percepat bolak-balik progressnya itu bisa lebih bagus sih," lengkapnya.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.