Pertalite Eceran Tembus Rp13 Ribu hingga Rp15 Ribu di Bantaeng Bulukumba dan Sinjai
Alfian September 07, 2026 07:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsudi jenis partalite di Sulawesi Selatan memicu harga eceran partalite naik drastis.

Beberapa hari ini dijumpai antrean panjang kendaraan di tiga wilayah di bagian selatan Sulawesi Selatan di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Daerah yang mengantre hingga ratusa meter itu berada di Kabupaten Bantaeng, Bulukumba dan Sinjai.

Dampaknya, penjual eceran jenis partalite naik drastis.

"Tadi kita beli di pengecer di Sinjai Selatan harga per liter di eceran Rp 15 ribu per liter dan di Bulukumba 13 ribu per liter," kata Syamsir warga Bulukumba, Senin (7/9/2026).

Terkait tingginya harga jual para pengecer karena BBM bersubsidi itu sulit diperoleh.

"Kita harus mengantre berjam-jam pak, sulit perolehnya karena antrean kendaraan panjang," kata Fitriani, penjual partalite eceran di Jl Polros Tanete-Bulukumba.

Menurutnya, kesulitan mengantre sudah satu pekan terjadi Bulukumba.

Baca juga: Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK? Pertamina Buka Suara

Sementara di Bulukumba terdapat 16 SPBU tampak padat setiap hari mulai pagi hingga malam hari.

Bahkan terdapat beberapa SPBU di Bulukumba cepat habis BBMnya baik partalite, solar maupun partamax.

Seperti di SPBU Tanete, SPBU Bicari, SPBU Kirasa.

Rata-rata BBM di tempat itu telah habis sebelum malam hari.

Sedang SPBU yang ada dalam ibukota Bulukumba seperti di Jl Sam Ratulangi dan Caile rata-rata habis partalite setelah Magrib.

Sedang di SPBU di Bontobahari, Jl Poros Bulukumba-Bira, pagi tadi antrean panjang kendaran lebih dari 100 meter.  

Akibatnya jalur dari Bira, Selayar ke Bulukumba macet.

Penyebabnya pengendara mengentre di badan jalan sehingga memadatkan kendaraan dari dua arah itu. (*)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.