Tangani Karhutla, Prabowo Siapkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Angkut Helikopter Pemadam 5 Ton Air
Hironimus Rama September 07, 2026 07:15 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia terus memperkuat strategi penanganan bencana nasional, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam rapat penanganan bencana pada Senin (7/9/2026), Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan langkah baru dengan memanfaatkan kapal Giuseppe Garibaldi yang didatangkan dari Italia.

Kapal tersebut nantinya akan menjalani proses rekondisi dan modifikasi agar dapat difungsikan sebagai kapal induk pengangkut berbagai jenis helikopter dan drone pemantau.

Baca juga: Viral Suasana Mencekam Kalimantan Tertutup Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan

Keberadaan kapal ini diproyeksikan menjadi pusat dukungan operasi udara, terutama untuk menjangkau titik karhutla di kawasan terisolir yang sulit diakses jalur darat.

Dalam pengarahannya, Prabowo menegaskan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana pemadam dalam jumlah besar sebelum krisis bencana meluas.

"Lebih banyak pompa air lebih baik. Lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian," kata Prabowo dalam rapat tersebut, Senin (7/9/2026).

Helikopter Water Bombing 5 Ton Air dan Drone

Pengembangan fungsi kapal Giuseppe Garibaldi difokuskan untuk mendukung mobilitas helikopter pemadam kebakaran (water bombing) yang memiliki kapasitas angkut air mencapai 4 hingga 5 ton per trip.

Selain armada helikopter, pengoperasian drone juga diintegrasikan sebagai bagian dari penguatan sistem deteksi dini.

Penggunaan drone diharapkan dapat mempercepat pemetaan titik api (hotspot) serta menyuplai data kondisi lapangan secara real-time.

Dengan konsep ini, kapal tidak sekadar berfungsi sebagai sarana transportasi laut, melainkan bertindak sebagai pangkalan operasional bergerak saat menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Dorong Peningkatan Anggaran Bencana

Tidak hanya fokus pada peralatan fisik, Presiden Prabowo turut memerintahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan riset mendalam terkait zat yang efisien dalam mengoptimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Langkah ini diambil guna memicu potensi hujan buatan di kawasan rawan kekeringan dan karhutla.

Mengingat letak geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire (Cincin Api Pasifik) serta rentan terhadap bencana hidrometeorologi, Prabowo mendorong agar alokasi anggaran penanganan bencana dapat diperkuat secara signifikan.

Pemerintah berkomitmen menggeser paradigma penanganan bencana dari sekadar respons pascabencana menjadi kesiapsiagaan menyeluruh sejak dini—mencakup infrastruktur, teknologi, personel, hingga dukungan logistik.

"Jadi kita siap sebelum kejadian," tegas Prabowo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.