Ruang Kelas dan Laboratorium SMAN 1 Bolangitang Barat Bolmut Memprihatinkan, Atap dan Plafon Bocor
Chintya Rantung September 07, 2026 07:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kondisi ruang kelas dan laboratorium di SMA Negeri 1 Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulawesi Utara kian memprihatinkan.

Ditengah capaian prestasi yang membanggakan kondisi sejumlah sarana sekolah justru membutuhkan perhatian.

Sekolah ini terletak di Desa Bolangitang 1, Kecamatan Bolangitang Barat.

Lokasinya tak jauh dari Kantor Bupati Boltara hanya berjarak 6,8 Km atau 10 menit menggunakan kendaraan.

Kondisi ruang kelas dan laboratorium di SMA Negeri 1 Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) kian memprihatinkan.
Kondisi ruang kelas dan laboratorium di SMA Negeri 1 Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) kian memprihatinkan. Lokasi sekolah tak jauh dari Kantor Bupati Boltara hanya berjarak 6,8 Km atau 10 menit menggunakan kendaraan. (Tribun Manado/Alpri Agogoh)

Lebih tepat lokasinya berada di depan Lapangan Sogi Bolangitang.

Saat saya berkunjung ke sekolah yang biasa disebut Smabol pada Senin, (07/09/2026) sekitar pukul 10:34 Wita, dari luar kondisi sekolah tampak bagus dan terawat.

Namun setelah masuk, saya terkejut melihat beberapa bangunan yang sudah rusak dan tak layak digunakan.

Ada sekitar 8 ruang kelas yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Selain itu, perhatian saya juga tertuju ke ruang laboratorium biologi yang ada di sekolah ini.

Pintunya tertutup rapat dan tampak ruangan tersebut sudah lama tidak digunakan.

Lebih dekat saya amati, ternyata beberapa kaca jendela sudah copot.

Cat dindingnya juga suda dipenuhi coretan-coretan spidol dan tipex.

Ada beberapa titik catnya sudah terkupas.

Lebih parahnya lagi dari balik jendela yang copot kelihatan plafon dan atap ruangan sudah bocor sehingga langit pun bisa kelihatan dari dalam ruangan.

Dari luar terlihat jelas beberapa plafon yang mulai terkupas dan tergantung ditambah lantainya sudah mulai retak.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bolangitang Barat, Hamjan Ahmad, mengatakan ada sebanyak 710 siswa yang menjalani aktivitas belajar di sekolah yang telah berusia 41 tahun ini.

Selain itu menurut Hamjan dari 21 kelas yang ada, sekitar 8 ruangan kondisinya sudah rusak.

"Rata-rata atap dan plafon yang rusak," bebernya.

Hamjan mengaku, selain ruang kelas dan laboratorium, ruangan dewan guru kondisinya sangat memprihatinkan sehingga terpaksa dipindahkan ke aula sekolah.

"Takut jika plafonya jebol. Jadi untuk sementara ruang guru dipindahkan ke aula sekolah," ucapnya.

Fasilitas komputer juga menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan kepala sekolah.

Diketahui SMA Negeri 1 Bolangitang Barat merupakan salah satu sekolah yang telah lama berdiri di Bolaang Mongondow Utara. 

Namun selama 41 tahun, sekolah tersebut disebut belum pernah mendapat rehabilitasi menyeluruh terhadap bangunan utamanya.

Disisi lain, prestasi sekolah terus berkembang. 

Pada 2025, SMA Negeri 1 Bolangitang Barat meraih Juara 1 Umum Pramuka tingkat SMA/SMK se-Bolaang Mongondow Utara serta.

Juara 1 Umum Perbuatan Piala Gubernur tingkat SMA/SMK se-Bolaang Mongondow Utara. 

Sekolah ini juga masuk Sekolah Penggerak Angkatan ke-3.

Pada 2026, SMA Negeri 1 Bolangitang Barat terpilih sebagai salah satu sekolah model di Sulawesi Utara. 

Sekolah ini juga masuk dalam 100 sekolah di Indonesia yang menerima bantuan peralatan Laboratorium IPA.

Prestasi terbaru datang dari ajang FLS3N. Tim tari kreasi SMA Negeri 1 Bolangitang meraih Juara 1 tingkat Provinsi Sulawesi Utara dan berhak mewakili provinsi itu ke tingkat nasional.

Di bidang akademik, sekolah melakukan pemetaan kemampuan siswa, pembinaan Olimpiade Sains, try out dan simulasi ujian, serta pendampingan siswa berprestasi melalui program Guru Pembimbing Prestasi.

Tahun ini, sebanyak 234 siswa tercatat lulus dari SMA Negeri 1 Bolangitang Barat. 

Jumlah tersebut menambah catatan prestasi sekolah yang tetap berjalan di tengah kebutuhan rehabilitasi sarana dan prasarana.

Tenaga pendidik di sekolah ini terdiri dari 26 guru ASN, 11 guru PPPK dan 10 guru non-ASN. (Pri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.