Pelajar Anambas Pakai Masker Lagi Imbas Kabut Asap, Terngiang Masa Pandemi Covid-19
Septyan Mulia Rohman September 07, 2026 07:07 PM


TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS -
Rasa trauma terhadap pandemi Covid-19 masih terlihat dari raut wajah sejumlah pelajar di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).  

Ingatan tentang masa ketika sekolah ditutup dan aktivitas dibatasi kembali terbayang saat mereka harus mengenakan masker akibat kabut asap, Senin (7/9/2026). 

Masker yang dibagikan kepada para pelajar menjadi pengingat akan suasana beberapa tahun lalu.  

Saat itu, masker menjadi perlengkapan wajib ketika keluar rumah untuk melindungi diri dari paparan virus Covid-19. 

Bagi sebagian pelajar, kondisi tersebut terasa seperti mengulang kembali pengalaman yang pernah mereka lalui.  

Bedanya, kali ini masker digunakan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Anambas. 

"Sudah macam Covid, kemana-mana harus pakai masker," celetuk salah seorang pelajar SD Negeri 001 Tarempa saat menerima masker. 

Pelajar yang kini duduk di kelas 6 itu masih mengingat bagaimana pandemi Covid-19 memengaruhi aktivitas sekolahnya.  

Saat wabah melanda, ia baru saja mulai mengenyam pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK). 

Masa belajar di TK yang seharusnya menjadi pengalaman pertama mengenal lingkungan sekolah justru berlangsung singkat.  

Aktivitas belajar kemudian dihentikan dan anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. 

"Cuma masuk sebentar, terus libur. Baru habis itu langsung masuk SD," katanya. 

Pengalaman tersebut membuat kondisi saat ini terasa berbeda baginya.

Ketika masker kembali digunakan, ia teringat masa ketika sekolah dan berbagai aktivitas masyarakat harus dibatasi demi mencegah penyebaran Covid-19. 

Meski begitu, ia berharap kabut asap yang kini menyelimuti Anambas tidak berlangsung lama.

Ia ingin kegiatan belajar di sekolah dapat berjalan normal tanpa harus terganggu kondisi udara yang kurang baik. 

"Semoga asapnya cepat hilang. Biar bisa sekolah dan belajar seperti biasa sama teman-teman," ujarnya. 

Kabut asap dalam beberapa hari terakhir memang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Anambas.  

Udara terlihat berkabut dan jarak pandang berkurang, sementara sebagian masyarakat memilih membatasi aktivitas di luar ruangan. 

Kondisi tersebut juga membuat penggunaan masker mulai menjadi perhatian di lingkungan sekolah.  

Para pelajar tidak hanya menerima masker dari pemerintah, tetapi sebagian sudah datang ke sekolah dengan membawa perlengkapan pelindung tersebut. 

Di tengah kondisi itu, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian mengatakan, penggunaan masker merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.

Khususnya pelajar, selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut. 

"Masker ini salah satu langkah pencegahan yang bisa kita lakukan. Selama kondisi asap masih ada, kita imbau masyarakat dan anak-anak untuk menggunakan masker," kata Wabup Anambas itu. 

Meski kondisi udara menjadi perhatian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas belum memutuskan untuk merumahkan para pelajar atau menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah. 

Menurut Raja Bayu, keputusan terkait kegiatan belajar mengajar masih perlu dibahas bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepulauan Anambas serta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarempa. 

"Kalau untuk dirumahkan, masih belum lagi. Nanti dirapatkan. Tapi, dilihat dari kasat mata, cuaca hari ini lebih baik daripada sebelumnya," ujarnya. 

Sementara itu, masker perlahan mulai menjadi bagian dari aktivitas harian para pelajar.

Mereka terlihat membawa dan mengenakannya ketika berada di lingkungan sekolah sebagai bentuk perlindungan diri dari paparan kabut asap yang masih terasa di sejumlah kawasan Anambas. (TribunBatam.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.