Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bengkulu Selatan, BPBD Buka Posko 24 Jam-Imbau Warga Tetap Waspada
Hendrik Budiman September 07, 2026 07:39 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Informasi mengenai abu yang diduga merupakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan sejak Sabtu (5/9/2026).

Namun, saat informasi awal tersebut diterima, BPBD Bengkulu Selatan belum dapat menyampaikannya kepada masyarakat sebagai informasi resmi.

Petugas masih menunggu konfirmasi dan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkulu Selatan, Akisar Diardi, mengatakan informasi awal terkait keberadaan debu tersebut berasal dari laporan masyarakat.

Akisar mengatakan, sekitar pukul 08.30 WIB pada Sabtu (5/9/2026), BPBD menerima informasi sementara bahwa abu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah mencapai wilayah Bengkulu Selatan.

"Awalnya kita menerima informasi dari masyarakat. Dengan berjalannya waktu, besoknya kita baru dapat informasi yang resmi dari BMKG," ujar Diar saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (7/9/2026).

BPBD Siaga di Posko 24 Jam

Setelah mendapatkan informasi resmi, BPBD Bengkulu Selatan meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengaktifkan pemantauan melalui posko yang berada di halaman Kantor BPBD Bengkulu Selatan, Jalan Raya Padang Panjang No. 1, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Kota Manna.

Posko tersebut sebenarnya telah didirikan sejak awal Agustus 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi bencana kekeringan.

Hingga awal September, posko masih dipertahankan sebagai pusat pemantauan sekaligus koordinasi apabila terjadi kondisi kebencanaan di wilayah Bengkulu Selatan.

Baca juga: Erupsi Anak Krakatau Belum Usai, Abu di Ketinggian 15,2 Km dan 4,6 Km Bergerak ke Barat Daya

Tenda bantuan BNPB yang berada di halaman Kantor BPBD juga masih digunakan untuk mendukung kesiapsiagaan petugas.

Warga Diminta Tetap Waspada

BPBD Bengkulu Selatan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena sebagian wilayah masih berada dalam periode musim kemarau.

Meski hujan telah turun di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kota Manna hingga Bunga Mas, kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya mengubah situasi di lapangan.

Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir cenderung berlangsung singkat sehingga belum banyak membasahi tanah.

Sejumlah warga juga masih mengeluhkan ketersediaan air yang belum bertambah, bahkan debit air sumur di beberapa lokasi dilaporkan semakin berkurang.

Karena itu, masyarakat diminta tetap mengantisipasi potensi bencana selama musim kemarau. Warga diimbau tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar pohon besar, terutama saat terjadi angin kencang.

Masker untuk Kurangi Paparan Debu

Hingga Senin (7/9/2026), kondisi cuaca di Bengkulu Selatan masih terasa panas dengan hembusan angin yang cukup kencang. Debu juga masih terlihat di sejumlah wilayah.

Masyarakat diminta menjaga kesehatan dan mengikuti perkembangan informasi dari instansi terkait.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu maupun abu yang bertebaran.

Selain itu, masyarakat dianjurkan membersihkan diri dan menjaga kebersihan setelah beraktivitas di luar rumah, terutama apabila terpapar debu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.