Harga Masker Melambung saat Paparan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pramono: Jangan Dipermainkan
Rr Dewi Kartika H September 07, 2026 08:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pelaku usaha tidak mempermainkan harga masker yang menjadi kebutuhan masyarakat di tengah paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hal ini disampaikan Pramono menanggapi keluhan warga mengenaik masker yang sulit ditemukan dan harga yang disebut melonjak hingga ratusan ribu rupiah.

Menurut Pramono, masker merupakan kebutuhan publik yang harus dapat diakses masyarakat, terutama ketika warga diminta menggunakannya untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

“Saya minta, ini kan menjadi kebutuhan publik, kebutuhan bersama. Jangan dipermainkan,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).

Pemprov DKI Tetap Bagikan Masker

Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta tetap akan membagikan masker di tempat-tempat umum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan warga di tengah kondisi abu vulkanik yang masih terdeteksi di sejumlah wilayah Jakarta.

“Pemerintah DKI Jakarta tetap akan melakukan pembagian masker di tempat-tempat umum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain pembagian masker, Pemprov DKI juga melanjutkan operasi water mist dan penyiraman untuk mengurangi abu yang kembali beterbangan.

Warga Diminta Tetap Waspada

Pramono mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap perkembangan abu vulkanik di Jakarta.

Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di wilayah yang masih terdampak. 

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah terkait kondisi kualitas udara.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga Selasa (8/9/2026). 

Sementara itu, ASN tetap masuk seperti biasa dan diminta menggunakan masker.

Pramono mengatakan, keputusan tersebut diambil karena kondisi abu vulkanik telah mengalami penurunan signifikan, meski masih terdapat sejumlah wilayah yang terdampak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.