Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terakhir tercatat pada Minggu (6/9/2026) pukul 20.23 WIB. Sampai Senin (7/9/2026) sore, GAK belum mengalami erupsi lagi.
Baca juga: WALHI Lampung Ingatkan Pemerintah Tetap Waspada Meski Erupsi GAK Mereda
Hal itu disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Andi Suardi.
"Sejak pagi hingga hari ini belum ada erupsi GAK," kata Andi, Senin (7/9/2026) petang.
Meski belum terjadi erupsi, Andi menyebut aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berpotensi mengalami letusan kembali.
Menurut dia, kemungkinan terjadinya erupsi bergantung pada aktivitas atau perkembangan magmatik di dalam gunung tersebut. "Masih mungkin terjadi, tergantung kegiatan magmatiknya," ujarnya.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami sejumlah erupsi pada awal September 2026. Berdasarkan data pengamatan, erupsi terakhir terjadi pada Minggu (6/9/2026) malam pukul 20.23 WIB.
Pada hari Minggu itu terjadi tiga kali erupsi. Rincinya, pada pukul 03.53 WIB, pukul 07.10 WIB, dan pukul 20.23 WIB.
Di tengah aktivitas erupsi yang masih berlangsung, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan GAK diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diimbau tidak mendekati tubuh Gunung Anak Krakatau maupun memasuki kawasan yang berada dalam radius larangan sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi.
Kewaspadaan diperlukan mengingat aktivitas erupsi masih terjadi secara berulang dan kondisi Gunung Anak Krakatau dapat berubah sewaktu-waktu.
Masyarakat di sekitar kawasan terdampak juga diminta terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Aktivitas erupsi tersebut terjadi secara berulang, mulai dari Jumat (4/9/2026), Sabtu (5/9/2026), hingga Minggu (6/9/2026).
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)