Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Pembatalan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II akibat erupsi Gunung Anak Krakatau turut berdampak pada perjalanan jemaah umrah asal Lampung.
Baca juga: Penerbangan Bandara Radin Inten II Ditutup, Penumpang Dialihkan ke Pelabuhan Bakauheni
Sebanyak 50 jemaah umrah dari biro perjalanan Ashr Tour terdampak pembatalan penerbangan sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026).
Perwakilan Ashr Tour, Zaini Anwar (40), mengatakan pembatalan penerbangan membuat pihaknya harus merombak kembali seluruh jadwal perjalanan yang telah disusun jauh-jauh hari.
"Semua jadwal yang sudah kita susun dari jauh-jauh hari terpaksa harus dirombak ulang," kata Zaini saat ditemui di Bandara Radin Inten II, Senin.
Menurutnya, perubahan jadwal tersebut juga berdampak pada pemesanan hotel di Arab Saudi yang sebelumnya telah disiapkan untuk para jemaah.
Pihak hotel di Arab Saudi, kata Zaini, tetap berpegang pada pemesanan yang telah dibuat, sehingga perubahan jadwal akibat kendala penerbangan dari Indonesia menimbulkan konsekuensi bagi pihak travel.
"Untuk hotel yang sudah kita booking di Saudi itu dampaknya luar biasa. Mereka tidak mau tahu apakah di sini ada kendala atau tidak," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pihak travel harus menyiapkan anggaran tambahan, termasuk apabila harus melakukan pemesanan hotel baru di Mekkah maupun Madinah.
Selain itu, jadwal kepulangan jemaah juga berpotensi ikut bergeser dari rencana awal.
"Yang pasti ini bikin budget pasti nambah lagi. Jadwal kepulangan juga pasti bergeser. Kalau awalnya kita niatnya 10 hari pulang-pergi, ini pasti harus bergeser dan otomatis kita harus ganti itu," kata Zaini.
Zaini mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan maskapai terkait penerbangan yang dibatalkan.
Maskapai akan memberikan solusi kepada pihak travel terkait penerbangan yang terdampak.
Jika penerbangan tidak dapat dilanjutkan, opsi pengembalian dana atau refund menjadi salah satu solusi yang disiapkan, dengan ketentuan kompensasi sesuai kebijakan maskapai.
"Kalau memang kepastiannya belum jelas, paling nanti akan di-refund. Mereka siap mengembalikan dana kita, paling dengan potongan 10 persen," ujarnya.
Sementara itu, Ashr Tour telah menyiapkan opsi lain agar perjalanan jemaah tetap dapat dilanjutkan sesuai rencana.
Rencananya, para jemaah diberangkatkan melalui jalur darat dari Lampung menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Hal itu dilakukan karena penerbangan dari Soekarno-Hatta menuju Arab Saudi dijadwalkan berangkat pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
"Jadi mau enggak mau kita dari sini nyeberang dulu ke Soekarno-Hatta lewat jalur darat supaya ngejar untuk besok," katanya.
Zaini berharap kondisi cuaca dan jalur penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Arab Saudi kembali memungkinkan sehingga keberangkatan jemaah tetap dapat dilakukan.
"Opsinya dari sini kita ambil opsi darat naik mobil, mudah-mudahan sampai di sana sudah cerah, cuacanya sudah bagus supaya kita bisa tetap terbang besok," ujarnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)