Aroma Ayam Kecap Penuhi Kota Lama Surabaya, 750 Porsi Dimasak untuk Rekor MURI
Wiwit Purwanto September 07, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Aroma ayam kecap menyeruak di kawasan Kota Lama Surabaya saat 750 porsi masakan disiapkan serentak dalam upaya Pertamina Patra Niaga memecahkan rekor MURI memasak dengan Bright Gas.

Aroma masakan tercium kuat dari area depan gedung Internatio dan Taman Jayengrono, Kota Lama Surabaya, Minggu (6/9/2026) siang. Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan peserta telah berkumpul dan memasak ayam kecap secara bersamaan.

"Ayo ditata di piring dulu, kemudian dikumpulkan untuk dihitung bersama daerah lainnya," kata Nina, salah satu peserta.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemecahan rekor MURI memasak dengan Bright Gas yang digelar Pertamina Patra Niaga secara serentak di delapan kota di Indonesia. Menu yang dimasak adalah Ayam Kecap atau Ayam Resep Nusantara dengan target keseluruhan mencapai 8.100 porsi.

Baca juga: LPG 3 Kg Dibatasi, Pemkab Sampang Gelar Program Tukar Tabung Bright Gas

Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, mengatakan Surabaya menjadi salah satu dari tujuh kota yang masing-masing memasak 750 porsi. Sementara kegiatan yang dipusatkan di Jakarta menyiapkan 2.250 porsi.

"Dengan dipusatkan di Jakarta, yang memasak 2.250 porsi kemudian di tujuh kota lainnya termasuk di Surabaya masing-masing 750 porsi," kata Ahad, saat ditemui di sela acara.

Dorong Penggunaan Bright Gas

Selain menjadi bagian dari kegiatan nasional pemecahan rekor MURI, kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81 pada Agustus 2026 lalu.

Pertamina Patra Niaga juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pangsa pasar LPG Bright Gas di masyarakat, khususnya di wilayah Jatimbalinus.

Ahad mengatakan, pangsa pasar Bright Gas di wilayah Jatimbalinus saat ini masih di bawah 10 persen dibandingkan total penggunaan LPG.

Baca juga: Daftar Lengkap 36 Jadwal Penerbangan Lion Grup Rute Jatim yang Batal Dampak Erupsi Anak Krakatau

"Lewat kegiatan ini kami berharap akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan Bright Gas. Karena ada banyak keunggulan diantaranya lebih bersih, lebih hemat dan lebih aman," jelas Ahad.

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menargetkan pangsa pasar Bright Gas dapat menembus dua digit atau lebih dari 10 persen. Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan, salah satunya harga Bright Gas yang lebih tinggi dibandingkan LPG subsidi.

Kondisi geopolitik global juga turut mendongkrak harga LPG nonsubsidi. Situasi tersebut membuat sebagian pengguna Bright Gas beralih ke pilihan lain.

Surabaya Jadi Pasar Terbesar di Perkotaan

Ahad menyebut penggunaan Bright Gas saat ini masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Di kawasan Jatimbalinus, pengguna terbesar berada di Surabaya dan daerah sekitarnya.

"Saat ini, penggunaan Bright Gas masih besar di daerah perkotaan. Di wilayah Jatimbalinus, mayoritas di Surabaya dan sekitarnya. Dan sektor kuliner yang paling besar," ungkap Ahad.

Sementara itu, penggunaan Bright Gas untuk sektor rumah tangga masih berada di bawah 5 persen.

Meski demikian, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus tetap optimistis pangsa pasar Bright Gas dapat meningkat hingga akhir tahun. Pertumbuhan tersebut diharapkan terdorong membaiknya kondisi sektor pariwisata dan kuliner.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.