Sejumlah Pengusaha Deklarasikan Abdul Karim sebagai Bacalon Ketua Kadin Tasikmalaya
ferri amiril September 07, 2026 09:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Sejumlah organisasi pengusaha Kota Tasikmalaya mendeklarasikan dukungan terhadap Karim sebagai Bacalon Ketua Kadin periode 2026-2031 yang berlangsung di Cafe Siloka, Senin (7/8/2026) malam.

Dukungan terhadap Karim yang maju sebagai Bacalon Ketua Kadin ini berasal dari Gapeksindo, Gapensi, Hipmi, Iwapi, Akli, dan PHRI Kota Tasikmalaya.

Ketua Gapeksindo Kota Tasikmalaya, Asep Budi Pramono menuturkan, sosok muda yang mau maju Bacalon Kadin ini memiliki pengalaman dan mampu merangkul semua pihak.

"Pak Karim itu tokoh muda potensial, kami semua dari asosiasi ada Gapeksindo, Gapensi, Iwapi, PHRI, insya Allah bisa mengantarkan Karim menjadi kandidat pemenang," kata Asep dikonfirmasi TribunPriangan.com.

Ia menegaskan, meskipun Bacalon lain cukup kuat, tetapi kehadiran sosok muda bisa mendongkrak persaingan di Mukota ke-V nanti.

Baca juga: Pemkot Tasikmalaya Terima Bantuan 100 Tempat Sampah untuk Penataan Kawasan Dadaha

"Kita optimis, mudah-mudahan Pak Karim bisa meraih di angka 50 sampai 60 persen. Karena kami akan all out mendukungnya," harapnya.

Senada dikatakan Bacalon Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, M Abdul Karim mengatakan, dukungan sejumlah pengusaha menjadi penambah semangat untuk memenangkan kursi ketua Kadin.

"Yang namanya dapat dukungan ya senang, karena percaya diri saja mah tidak cukup. Kelayakan itu kan perlu pengakuan ya, dan tidak bisa kita mengakui saya siap maju," kata Karim.

Pihaknya bakal mengakomodir semua pengusaha yang mendukung, karena menjadi Kadin itu tidak bisa berdiri sendiri tapi perlu dorongan moril.

"Jadi, dasarnya memang hal seperti ini yang diharapkan, memulainya dengan cara seperti ini, terima kasih atas dukungannya, dan mohon doa untuk kemajuan kadin ke depan," tuturnya.

Selain itu, alasan untuk maju ingin merangkul dari semua lapisan kawula muda maupun senior yang telah dulu ada di Kadin.

"Biasanya kan isi orang-orang di Kadin senior, nah sekarang memang ada proses regenerasi yang ekosistem bisnisnya juga berubah, yang dulunya mungkin hanya bersifat yang konvensional, Bisnis sekarang juga perlu dikategorikan dengan ruang-ruang yang lebih baru, dan kekinian," ucap Karim.(*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.