TRIBUNMANADO.CO.ID, Airmadidi - Hampir seluruh ruangan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis (MWM), di inspeksi mendadak (sidak) oleh Direktur yang baru dr Harold Sepang MARS AIFO-K, Senin (7/9/2026).
RSUD Maria Walanda Maramis terletak di jalan Prof Arnold Mononutu, Kelurahan Saronsong I, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara.
RSUD Maria Walanda Maramis berjarak 18 Km, dari Bandara Internasional Sam Ratulangi.
Sidak yang dilakukan Direktur RSUD Maria Walanda Maramis dr Harold didampingi jajaran, menindak lanjuti sejumlah keluhan terkait infrastruktur, tampilan rumah sakit hingga pelayanan.
Menggunakan seragam dinas keki warna coklat, mereka berjalan keliling ruangan demi ruangan.
Saat berada di ruangan yang dikunjungi, melakukan interaksi dengan para tenaga kesehatan (nakes) hingga pasien.
Sejumlah ruangan di sambangi pria yang tercatat sebagai Ketua Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Minahasa Utara, mulai ruang Rehabilitasi didatanginya usai pimpin apel pagi.
Kemudian ke ruangan Metreg atau tempat pendaftaran pasien.
Disini, mantan Presiden Inter Club melihat fasilitas lampu yang harus terpasang.
Kemudian bagian luar tempat pendaftaran yang terinformasi kalau hujan air kerap merembes ke tempat duduk pasien.
Lalu ke Ruang ICU, Ruang IGD mendapat keluhan dari tenaga kesehatan soal pendingin ruangan yang tak optimal hingga meminta untuk antisipasi ketika ada listrik padam.
Berlanjut ke Ruang Dekontaminas, ke ruangan diatasnya yang kosong diusulkannya untuk tempat pelayanan ke masyarakat atau pasien.
Pindah ruang instalasi bedah, ke Ruang VK / Irdo.
Di ruangan VK / Irdo mantan Kepala Puskesmas Tinongko ini mengedukasi ke tenaga kesehatan (nakes) terkait peraturan menteri kesehatan, bahawa untuk ibu hamil harus tau golongan darahnya apa.
"Dan harus disampai-sampaikan, saat ibu hamil akan melahirkan sudah menyiapkan pendonor sukarela untuk kebutuhan darah.
Ini penting karena darah yang dari hasil donor butuh proses sebelum bisa di pakai," jelas lelaki penggemar club sepak bola Inter Milan.
Rombongan direktur RSUD Maria Walanda Maramis dan jajaran lalu ke ruang Lumalundung untuk pasien setelah melahirkan.
Berlanjut ke Laboratorium, Radiologi ia mengusulkan untuk membuat pintu tambahan agar ketika listrik padam petugas di dalam ruangan radiologi tidak terjabak.
Begitu juga dengan keberadaan alat USG di ruang radiologi sudah canggih.
"Paling canggih sebenarnya se-Sulawesi Utara, maka dari itu harus gencar disampaikan di RSUD Maria Walanda Maramis miliki alat canggih untuk USG," kata dia.
Mereka lalu ke Ruang Walang Sendow perawatan rawat inap anak ke UTD PMI membantu seorang PNS yang akan melakukan flebotomi.
Kemudian saat di ruang NICU, memperoleh informasi beberapa pasien anak dari beberapa fasilitas kesehatan di luar Minahasa Utara yang di rujuk ke NICU RSUD Maria Walanda Maramis.
"Ini karena alat disini ada alat CPAP lima unit dan Ventilator 2 unit," jelas Nurse ( Ns ) Grace Dumanau S.Kes dari ruang NICU saat di tanya wartawan.
Menurut Grace berdasarkan data per September 2026 sudah ada 15 pasien anak rujukan dari rumah sakit lain ke NICU RSUD.
Jika diambil rata-rata setiap bulannya bisa 35-40 pasien anak yang dirujuk ke RSUD Maria Walanda Maramis.
Meski begitu angka itu belum capai target yang di pasang yaitu 42 pasien per bulannya di NICU RSUD Maria Walanda Maramis.
Pasien tersebut di rujuk dari RS Budi Mulia dan Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) Bitung, Sentra Medika Minut, Siloam Pal 2 Manado, RSU GMIM Tonsea, RS Hermina Lembean serta puskesmas.
Kembali ke kunjungan ke ruangan-ruangan, mereka juga datangi gedung Poliklinik, berinteraksi dengan dokter terkait alat yang yang di pakai, apakah ada kendala dan apa solusianya.
Terakhir ke Ruang klaim BPJS, ruang rekan medik dan ruangan Chamber hiperbarik.
"Ada beberapa hal yang kami peroleh saat melakukan sidak tadi, yang paling krusial mengenai pasokan listrik. Kami berencana membuat jaringan tersendiri dibeberapa ruangan pelayanan seperti di radiologi. Karena juga listrik tak optimal pengaruh dalam pelayanan ke masyarakat ," kata Direktur RSUD Maria Walanda Maramis dr Harold Sepang disela menghadiri rapat paripurna DPRD Minut di ruang Tumatenden kantor DPRD Minut Kelurahan Airmadidi Atas Kecamatan Airmadidi.
Ada juga masukkan dari para nakes untuk penambahan alat UPS, agar ketika terjadi listrik padam bisa menyimpan daya untuk peralatan yang ada.
(TribunManado.co.id/Crz)