Waspada Penyebaran Flu Singapura di Malinau, Kenali Gejala dan Upaya Kesiagaan Berlapis di Faskes
Cornel Dimas Satrio September 07, 2026 10:34 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Ancaman penularan Flu Singapura bagi  masyarakat Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, khususnya pada balita dan anak di bawah 10 tahun dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan dan potensi penularan.

Kondisi ini memicu diterapkannya pengawasan ketat di seluruh faskes guna mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana telah menerapkan edaran resmi dari DKPPKB Kabupaten Malinau berisi tentang upaya deteksi dini.

Kepala Dinkes Malinau, Yuli Triana meminta Seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) puskesmas hingga RSUD setempat langsung diperintahkan memperketat deteksi dini.

Penyakit ini menjadi perhatian serius karena penularannya yang sangat agresif di lingkungan anak.

"HFMD merupakan penyakit infeksi yang dapat menular melalui kontak dengan penderita maupun melalui droplet dan benda/permukaan yang terkontaminasi," katanya, Senin (7/9/2026).

Ia mengingatkan, area aktivitas harian anak menjadi titik paling rawan transmisi virus.

DETEKSI FLU SINGAPURA - Aktivitas pemeriksaan kesehatan warga Malinau, Kalimantan Utara, sebagai upaya deteksi penyakit secara terpadu di wilayah Malinau, Minggu (30/8/2026).
Flu Singapura sangat agresif di lingkungan anak, Dinkes Malinau meminta seluruh Faskes puskesmas hingga RSUD memperketat deteksi dini penularan, Senin (7/9/2026).
DETEKSI FLU SINGAPURA - Aktivitas pemeriksaan kesehatan warga Malinau, Kalimantan Utara, sebagai upaya deteksi penyakit secara terpadu di wilayah Malinau, Minggu (30/8/2026). Flu Singapura sangat agresif di lingkungan anak, Dinkes Malinau meminta seluruh Faskes puskesmas hingga RSUD memperketat deteksi dini penularan, Senin (7/9/2026). (ARSIP - TribunKaltara.com/Mohamad Supri)

Baca juga: Dinkes Malinau Temukan 20 Kasus Penyakit Akibat Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti, 1 Positif DBD 

Pencegahan Berlapis

Skema pengamanan disiapkan berlapis dengan membagi tugas operasional di tiap lini faskes. 

Puskesmas bertugas melacak kasus aktif di lapangan, sementara pihak RSUD dan Rumah Sakit Pratama disiagakan untuk penanganan klinis pasien bergejala berat.

"Penularan dapat terjadi dengan mudah pada lingkungan yang memungkinkan kontak erat, seperti keluarga, tempat penitipan anak, dan satuan pendidikan," ucapnya.

Hal yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Orang tua diminta mengenali tanda khas Flu Singapura yang diawali demam serta luka sariawan nyeri di rongga mulut hingga anak sulit makan dan minum.

Gejala ini kemudian disusul kemunculan lenting atau bintik kemerahan pada telapak tangan serta telapak kaki anak.

Warga diimbau tegas tidak membawa balita yang bergejala Flu Singapura ke Posyandu agar tidak menulari bayi lain.

Anak yang sakit juga harus diliburkan dari sekolah dan segera dibawa ke faskes terdekat untuk penanganan medis.

(*) 

Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.