Marc Marquez Bakal Satu Garasi dengan Pedro Acosta, Pengaruh Besarnya di Ducati Mulai Terungkap
Drajat Sugiri September 07, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pedro Acosta disebut menjadi pembalap yang paling diuntungkan dari duel Marc Marquez dan Marco Bezzecchi.

Keuntungan itu hadir ketika sang pembalap mampu memanfaatkan pertarungan keduanya untuk merebut posisi kedua dalam balapan seri Aragon.

Komentator MotoGP, Oscar Haro, menilai Acosta memiliki posisi paling menguntungkan karena berada di belakang Marquez dan Bezzecchi saat keduanya terlibat pertarungan sengit.

"Pedro berada di posisi terbaik karena dia tahu keduanya harus bertarung saat pengereman, lalu dia menemukan jalurnya sendiri dan berada di sisi yang bersih sehingga hanya perlu mengerem terlambat dan membiarkan motornya masuk," jelas Haro melansir Motosan.

Menurut Haro, situasi tersebut membuat Acosta bisa mengambil keuntungan ketika Bezzecchi akhirnya harus mengalah setelah Marquez mengalami wheelie saat berada di gigi keenam.

"Jika Bezzecchi tidak mengalah, itu akan menjadi masalah, tetapi dia beruntung karena pada akhirnya pembalap muda itu harus mengalah," ujarnya.

Baca juga: MotoGP Terlalu Adem Ayem, Pedro Acosta Rindukan Era Panas Rossi vs Marquez

Performa tersebut membuat Haro semakin terkesan karena Acosta mampu mencatat waktu putaran di kisaran 1 menit 47 detik bersama KTM.

Sementara pembalap KTM berikutnya, Enea Bastianini, tertinggal hingga 24 detik.

"Posisi terbaik pada akhir pekan ini adalah Pedro, karena melihat duel tersebut dan berada di belakang Marc selama beberapa lap merupakan sesuatu yang luar biasa," kata Haro.

Situasi tersebut juga membuat perhatian beralih kepada masa depan ketika Marquez dan Acosta akan sama-sama mengenakan seragam merah Ducati pada musim depan.

Marc Marquez Disebut Berperan Datangkan Pedro Acosta

Haro mengaku bisa membayangkan kegembiraan General Manager Ducati, Gigi Dall'Igna, melihat penampilan Acosta dan Marquez dalam balapan tersebut.

"Gigi terlihat sangat gembira, seolah-olah berkata, 'Sial, saya akan sangat bersenang-senang tahun depan'," kata Haro menggambarkan ekspresi Dall'Igna.

Namun, keberadaan Acosta di Ducati juga disebut menjadi motivasi tambahan bagi Marquez.

Sang juara dunia dinilai memiliki peran penting dalam membuka jalan bagi pembalap muda tersebut.

"Marc sangat menyadari apa yang akan datang, tetapi jika ada seseorang yang membuka pintu bagi Pedro di Ducati, orang itu adalah Marc Marquez," kata Haro.

Haro menjelaskan kedekatan Marquez dengan Dall'Igna dan Davide Tardozzi membuat pembalap asal Spanyol tersebut memiliki pengaruh besar.

lihat foto
MARC MARQUEZ - Pembalap asal Spanyol besutan Ducati Lenovo, Marc Marquez melakoni sesi kualifikasi MotoGP Italia 2025 di Sirkuit Mugello, pada 21 Juni 2025. (Foto Arsip Juni 2025). (Foto: MotoGP)

Khususnya dalam menentukan siapa yang layak masuk garasi Ducati.

"Setelah saya, pembalap inilah yang harus kalian dapatkan," ujar Haro.

Menurutnya, pembalap sekelas Marquez maupun Valentino Rossi memiliki kekuatan untuk menolak kehadiran seorang pembalap di garasi apabila dianggap bisa mengganggu.

Namun, Marquez justru tidak pernah menentang Acosta dan disebut memahami bahwa pembalap KTM tersebut merupakan sosok yang dapat menjadi penerus generasi berikutnya.

"Ketika Anda adalah pembalap hebat seperti Valentino atau Marc, Anda memiliki kekuatan untuk mengatakan tidak ingin pembalap tertentu berada di garasi karena dia bisa mengacaukan keadaan," tutur Haro.

"Namun, Marc selalu melakukan hal sebaliknya karena dia tidak pernah sekalipun menentang Pedro Acosta, dia tahu Pedro adalah penerus generasinya dan hal itu justru membuatnya bersemangat," lanjutnya.

Haro bahkan menilai Acosta menjadi satu-satunya pembalap yang berpotensi memberikan perlawanan serius kepada Marquez ketika keduanya sama-sama mengendarai Ducati.

"Dengan segala hormat kepada 21 pembalap lainnya, jika ada satu orang yang bisa menantang Marc Marquez dengan Ducati, orang itu adalah Pedro Acosta," pungkas Haro.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.