Harga minyak dunia menguat pada Senin (7/9/2026), dengan Brent US$96,80 dan WTI US$92,14 per barel.
SERAMBINEWS.COM - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (7/9/2026).
Minyak mentah Brent mulai mendekati angka 100 US Dollar.
Yakni berada pada kisaran US$96,80 per barel, naik 0,54 persen.
Brent bahkan sempat mendekati US$97 per barel, level tertinggi sekitar enam pekan.
Sedangkan minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) mencapai sekitar US$92,14 per barel, atau naik hingga kisaran 0,72 persen.
Kenaikan harga minyak dunia itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Terutama setelah serangkaian serangan terhadap kapal di sekitar Selat Hormuz.
Baca juga: Harga Minyak Dunia hampir Tembus 100 Dolar AS, Minyak Brent Naik 2,4 Persen Hari Ini
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, naiknya harga minya dunia juga akan mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, khususnya BBM nonsubsidi.
Sudah menjadi rahasia umum, harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi pasaran minyak dunia.
Artinya, jika minyak dunia naik, maka hal itu juga akan menyebabkan kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Begitu juga sebaliknya, bila harga minyak dunia turun, tentu saja akan membuat BBM nonsubsidi juga turun harga.
Untuk diketahui, Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar karena merupakan jalur penting perdagangan energi dunia.
Gangguan lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi memperketat pasokan dan mendorong harga lebih tinggi.
Harga minyak juga mendapat dukungan dari kekhawatiran terhadap gangguan fasilitas energi di kawasan.
Baca juga: Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Iran Membantah: Jalur Minyak Dunia Tetap Ditutup
Jika konflik berkepanjangan dan distribusi minyak terganggu, harga berpotensi semakin volatil.
Sebaliknya, meredanya ketegangan dapat mengurangi tekanan harga.
Dengan kondisi geopolitik yang masih dinamis, Brent dan WTI diperkirakan tetap menjadi perhatian pasar global dalam beberapa hari ke depan.(*)