Harga emas dunia melemah pada Senin (7/9/2026), dengan emas spot sekitar US$4.408,90 per troy ounce, turun 0,49 persen.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan edisi, Senin (7/9/2026).
Harga emas spot berada pada kisaran US$4.408,90 per troy ounce.
Harga ini turun sekitar 0,49 persen, dibandingkan penutupan edisi sebelumnya.
Data lain dari Reuters mencatat, bahwa emas spot sempat berada di sekitar level US$4.407,98 per ounce.
Tekanan terhadap emas dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat berpotensi menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Ekspektasi tersebut menguat setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih kuat dari perkiraan.
Baca juga: Awal Pekan Ini Harga Emas di Langsa Bertahan, Ini Rinciannya, Senin 7 September 2026
Baca juga: Harga Emas di Kualasimpang Rp 8 Juta per Mayam, Antam Sentuh Rp 2,6 Juta per Gram
Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Investor cenderung mempertimbangkan aset berbasis dolar dan instrumen berbunga ketika prospek suku bunga meningkat.
Selain kebijakan The Fed, pasar juga mencermati perkembangan inflasi Amerika Serikat.
Data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) yang akan dirilis pekan ini menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arah kebijakan moneter dan pergerakan harga emas berikutnya.
Dengan demikian, emas dunia hari ini berada dalam tekanan setelah sebelumnya mengalami volatilitas tinggi.
Baca juga: Perbandingan Harga Emas di 4 Toko Banda Aceh 7 September 2026, Kompak Stagnan, Segini Per Mayamnya
Namun, ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi masih menjadi faktor yang berpotensi menopang permintaan emas sebagai aset lindung nilai.(*)