Hadapi El Nino, Prabowo Perintahkan Bantuan Beras Lanjut hingga Desember
Lizsa Egeham September 08, 2026 12:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas untuk membahas kesiapan pemerintah menghadapi El Nino serta berbagai program bantuan yang disiapkan untuk masyarakat. Prabowo ingin memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah potensi dampak kondisi iklim.

"Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini," kata Airlangga usai rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Senin (7/9/2026).

Salah satu bantuan yang turut dibahas yakni bantuan pangan berupa beras. Airlangga menyampaikan bahwa Prabowo memerintahkan agar penyaluran bantuan beras yang telah berjalan hingga September dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya.

"Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memonitor dampak bencana erupsi gunung berapi terhadap kondisi perekonomian di daerah terdampak. Hal ini untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang mengalami gangguan serta memastikan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

"Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut," ujar Airlangga.

 

Dampak Erupsi

Pemerintah juga mencermati dampak dari aktivitas erupsi sejumlah gunung berapi terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Airlangga menyebut pemantauan dilakukan terhadap dampak letusan beberapa gunung di Indonesia, khususnya terhadap aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

"Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang," tuturnya.

Selain aktivitas masyarakat, gangguan akibat bencana juga berpotensi memengaruhi sektor logistik. Pemerintah mencermati kondisi tersebut, termasuk dampaknya terhadap sektor penerbangan yang memiliki keterkaitan dengan pengangkutan kargo.

"Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo," ungkap Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan gangguan tersebut, termasuk memperkirakan berapa lama penutupan atau pembatasan pada sektor penerbangan perlu dilakukan.

"Kita masih monitor berapa lama ini harus ditutup," pungkas Airlangga.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.