WARTAKOTALIVE.COM -- Tangis haru tak lagi mampu dibendung oleh Heni Yawati (58).
Di bawah langit suci Madinah dan di hadapan megahnya Ka'bah di Mekkah, perempuan yang akrab disapa Bi Heni ini bersujud syukur.
Impian puluhan tahun yang sempat dianggap mustahil bagi seorang Asisten Rumah Tangga (ART), kini terwujud nyata.
Warga asal Kampung Pisang, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor ini menginjakkan kaki di Tanah Suci melalui Program Umroh Presisi.
Program kemanusiaan ini digagas langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bekerja sama dengan Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI).
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, perempuan kelahiran 1968 ini menyampaikan pesan mendalam untuk sang Jenderal.
"Pak Kapolri, terima kasih banyak-banyak. Makasih sudah umrohin Bibi. Bibi sampai ke sini dengan lancar tanpa kendala. Semoga Allah SWT yang membalas semua kebaikan Pak Kapolri," ucap Bi Heni, Senin (7/9/2026).
Baca juga: 70 Driver Legend Gojek Berangkat Umrah Gratis, Banyak yang Pertama Kali ke Luar Negeri
Doa di Sepertiga Malam yang Sempat Diragukan
Bagi Bi Heni, perjalanan spiritual ini adalah pelipur lara atas kerasnya perjuangan hidup.
Selama ini, ia adalah tulang punggung keluarga yang menafkahi adik-adiknya, sekaligus merawat sang suami yang harus rutin cuci darah akibat penyakit batu ginjal.
Mimpinya untuk melihat Ka'bah pun sempat dipandang sebelah mata karena himpitan ekonomi.
"Dulu saya rajin puasa Senin-Kamis dan sholat tahajud. Suami pernah nanya, 'Kamu rajin sholat minta apa?'. Saya jawab, pengin lihat Mekkah sebelum meninggal. Suami saya bilang, jangan mimpi tinggi-tinggi, mau jual apa kita? Tapi Alhamdulillah, sekarang dikabulkan Allah melalui tangan Pak Kapolri," kenang Bi Heni seraya menyeka air matanya.
Murni Dana Pribadi, Bukan Uang Negara
Di tempat terpisah, Ketua MPPI Zandre Badak menepis spekulasi publik terkait sumber dana program sosial yang dijalankan oleh kepolisian ini.
Ia menegaskan bahwa seluruh biaya murni berasal dari kantong pribadi Kapolri.
"Banyak netizen bertanya, uangnya dari mana? Pakai APBN ya? Saya tegaskan, mulai dari Bedah Rumah, Umroh Gratis, hingga Pembangunan Mushola Presisi, semuanya murni uang pribadi Bapak Listyo Sigit Prabowo. Sama sekali tidak menggunakan uang negara," tegas Zandre.
Menurutnya, kepedulian Jenderal Listyo Sigit sudah dirasakan oleh banyak anggota Polri maupun masyarakat kecil.
"Tidak terhitung yang sudah beliau bantu. Pantas jika masyarakat penerima bantuan menyebut Pak Kapolri sebagai 'Malaikat Penolong' yang hadir untuk mereka," lanjutnya.
Keberangkatan Bi Heni dijamin secara menyeluruh tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.
Mulai dari pembuatan paspor, vaksin meningitis dan polio, tiket, akomodasi, hingga uang saku, semua telah ditanggung.
Bahkan, kisah haru Bi Heni yang sempat viral di media nasional turut mengetuk pintu hati Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto.
Secara khusus, Kapolres Bogor memberikan tambahan 'tali kasih' untuk bekal Bi Heni selama beribadah di Tanah Suci.
Kini, doa-doa panjang Bi Heni di sepertiga malam telah terjawab.
Keikhlasannya membuktikan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi jika semesta—dan kebaikan hati sesama—telah merestuinya.