SURYA.CO.ID, JEMBER - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat penyaluran BBM di wilayah Kabupaten Jember dan Lumajang usai terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU.
Langkah percepatan distribusi difokuskan untuk mengamankan stok produk jenis Pertalite demi memenuhi kebutuhan harian masyarakat.
Kemacetan parah hingga 12 kilometer di jalur Ketapang, Banyuwangi, menjadi pemicu utama terhambatnya mobil tangki pengangkut BBM menuju lokasi tujuan.
Baca juga: Polda Jatim Kerahkan 60 Polantas dan 30 Motor Patroli Urai Macet Ketapang Banyuwangi
Penyebab kemacetan di jalur Ketapang itu berawal dari adanya proyek revitalisasi kapasitas dermaga ASDP di Banyuwangi.
Keterlambatan pengiriman BBM dari Depo Tanjungwangi itu kemudian memicu kekhawatiran warga hingga terjadi aksi pembeli berlebihan (panic buying).
Tekanan terhadap ketersediaan Pertalite di SPBU pun tak terhindarkan akibat melonjaknya konsumsi harian masyarakat di luar batas normal.
Baca juga: Bupati Fawait Ungkap Penyebab Antrean BBM di Jember Makin Panjang
Guna mengurai antrean, Pertamina langsung berkoordinasi dengan pemkab setempat dan mengalihkan pasokan BBM dari Depo Surabaya serta Malang.
Realisasi penyaluran Pertalite bahkan ditingkatkan hingga mencapai 110 persen pada Sabtu (5/9/2026) lalu guna memulihkan stok SPBU di pusat kota.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan dengan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan.
“Kami memahami adanya antrean yang terjadi di sejumlah SPBU Jember, Lumajang dan sekitarnya,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Senin (7/9/2026).
“Pertamina terus memperkuat penyaluran dan mengatur prioritas pengiriman, khususnya untuk SPBU di pusat kota,” tegas Ahad.