TRIBUNWOW.COM ,LUMAJANG - Antrean Panjang pembelian BBM terjadi di sejumlah SPBU yang ada di Lumajang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur angkat bicara stok Bahan Bakar Minyak (BBM), guna menanggapi adanya antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Berdasarkan data di Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Lumajang. Pada Senin (7/9/2026) pasokan BBM jenis pertalite kisaran 252 kiloliter (KL) atau 252 ribu liter.
Baca juga: Rentetan Bencana Melanda Indonesia, Presiden Prabowo: Ini Takdir Kita Berada di Lingkaran Api
Adapun pasokan pertamax sebanyak 103 KL, alias 103 ribu liter, Pertamax Turbo 38 KL, Biosolar 167 KL dan Pertamina Dex sebanyak 27 KL. Berbagai jenis BBM tersebut tersebar di semua SPBU di Lumajang secara harian.
"Dua hari belakangan memang terjadi antrean (di sejumlah SPBU) khususnya BBM subsidi," ujar Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Lumajang Bonni Momenta saat dikonfirmasi.
Menurutnya, hal tersebut karena terjadi peningkatan permintaan masyarakat tehadap BBM subsidi, sehingga memicu terjadinya antrean panjang.
"Kedua jalur pengiriman di Ketapang macet, sehingga pengiriman ke arah Jember mengalami gangguan akibatnya SPBU Jember kosong," ucap Bonni.
Hal tersebut membuat banyak warga Jember memburu BBM di sejumlah SPBU di Lumajang dan sekitarnya. Dampaknya wilayah lain juga kekurangan pasokan.
"Efek dari kosongnya Jember ini banyak masyarakat lari ke Lumajang dan daerah lain disekitarnya," ungkap Bonni.
Baca juga: BGN Setop Penyaluran MBG di Jakarta hingga Lampung, Sekolah Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Berdasarkan pasokan harian yang ada, Bonni menilai stok BBM di Lumajang sebetulnya masih aman, karena Pertamina melakukan pengiriman secara nornal selama ini.
"(Adanya pembelian dari Jember) mudah-mudahan cukup karena hal itu dipantau terus oleh Pertamina, karena sudah ada fenomana ini. Bahkan stoknya akan ditambah jika terjadi kekurangan," tambahnya. (*)