Viral Siswa SMPN 2 Pinrang Asyik Bermain Judi di Jam Istirahat
Abd Rahman September 08, 2026 02:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM- Bukannya ke sekolah untuk belajar dengan baik dan rajin, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Pinrang malah asyik bermain judi pakai domin

Kejadian ini viral di media sosial hingga menyita perhatian publik.

Video itu memperlihatkan sejumlah pelajar SMPN bermain domino sambil memasang uang sebagai taruhan viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 21 detik tersebut, terlihat sejumlah pelajar laki-laki mengenakan seragam putih biru duduk melingkar di area sekolah.

Baca juga: Mamasa Hanya Kirim 1 Anak ke Sekolah Rakyat, Mamuju Tengah Tidak Sampai 10

Baca juga: Musim Kemarau, Karhutla di Mamuju Capai 42 Kejadian, 200 Ton Air Digunakan untuk Padamkan Api

Mereka tampak bermain domino, sementara uang pecahan Rp 2.000 dan Rp 5.000 diletakkan di atas kartu sebagai taruhan.

Pada seragam salah satu pelajar terlihat bordir identitas sekolah bertuliskan UPT SMP Negeri 2 Pinrang.

SMPN 2 Pinrang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Mecinnae, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Sekolah tersebut berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Polres Pinrang.

Kepala UPT SMPN 2 Pinrang, Dalle, membenarkan bahwa pelajar yang terlihat dalam video merupakan siswanya.

Menurut Dalle, peristiwa tersebut terjadi di area belakang sekolah ketika jam istirahat. Dari hasil penelusuran pihak sekolah, terdapat enam siswa yang terlibat dalam aktivitas tersebut, sedangkan beberapa siswa lainnya hanya menyaksikan.

"Iya, itu betul siswa kami. Mereka melakukan hal tersebut di area belakang sekolah saat jam istirahat," kata Dalle kepada Tribun-Timur.com, Selasa (8/9/2026).

Pihak sekolah kemudian memanggil siswa yang terlibat dan mengambil tindakan setelah mengetahui kejadian tersebut.

Dalle mengaku prihatin sekaligus tidak menyangka kejadian tersebut dapat berlangsung di lingkungan sekolah.

Pasalnya, pihak sekolah telah menerapkan pengawasan terhadap aktivitas siswa selama jam belajar.

Menurut dia, guru piket ditugaskan untuk berkeliling mengawasi lingkungan sekolah setiap pergantian jam pelajaran.

Jika ditemukan kelas yang kosong, guru pengganti akan segera mengisi kelas tersebut.

"Kami tidak tinggal diam dan terus mengontrol aktivitas siswa. Setiap pergantian jam ada guru piket yang selalu jalan mengontrol. Jika ada kelas yang kosong, langsung diisi guru pengganti," ujarnya.

Dalle menilai kejadian tersebut berada di luar dugaan karena berlangsung ketika siswa sedang berada pada waktu istirahat.

"Kejadian ini betul-betul di luar dugaan karena terjadi saat jam istirahat," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.