Bukan 3 Poin Biasa, Inter Milan Coba Hapus Kutukan Hampir 3 Dekade atas Real Madrid
Dwi Setiawan September 08, 2026 02:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Big match Real Madrid vs Inter Milan lebih dari sekadar tiga poin. Bagi tim tamu, hasil akhir menjadi pertaruhan dari sebuah 'kutukan'.

Pertandingan panas pekan pembuka Liga Champions 2026/2027 antara Real Madrid vs Inter Milan akan berlangsung di Santiago Bernabeu, Spanyol, Rabu (9/9/2026) pukul 02.00 WIB.

Beragam tajuk terhias dari laga ini. Mulai adu tajam sesama penyerang timnas Prancis Kylian Mbappe vs Marcus Thuram hingga duel guru vs murid yang mempertemukan Jose Mourinho dengan Cristian Chivu.

Tetapi bagi Inter Milan, lebih besar daripada mereka menginginkan kemenangan, sekaligus memutus tren minor yang melekat bak kutukan.

Sebab, Inter Milan belum pernah menang atas Real Madrid di abad ini dalam kompetisi Liga Champions.

Berdasar data dari laman Madrid Universal, kemenangan terakhir mereka atas raksasa Spanyol itu terjadi pada 1998, saat kedua tim bertemu di San Siro.

Kala itu, Inter yang ditangani Luigi Simoni tampil meyakinkan dan menundukkan Real Madrid asuhan Guus Hiddink dengan skor 3-1 dalam pertandingan fase grup.

Roberto Baggio menjadi bintang kemenangan Inter setelah mencetak dua gol. Satu gol lainnya disumbangkan Ivan Zamorano untuk memastikan Nerazzurri mengamankan kemenangan atas Los Blancos.

Sejak pertandingan tersebut, situasi berbalik. Real Madrid lebih dominan dalam pertemuan kedua tim.

Inter tercatat sudah empat kali berhadapan dengan Real Madrid pada abad ke-21. Tetapi, dari seluruh pertandingan tersebut, Nerazzurri tidak sekalipun mampu meraih kemenangan, baik ketika bermain di kandang sendiri maupun saat bertandang ke Bernabeu.

Hampir Tiga Dekade Menanti Kemenangan

Penantian Inter untuk kembali menaklukkan Real Madrid di Eropa kini semakin panjang.

Menariknya, sejak kemenangan terakhir pada 1998, Inter bahkan sudah dua kali mengalami perubahan pada lambang klub.

Namun, kemenangan berikutnya atas Real Madrid, yang telah mengoleksi 15 gelar juara Liga Champions, masih belum juga datang.

Kesempatan untuk mengakhiri catatan tersebut sebenarnya kembali terbuka ketika kedua tim berjumpa pada Liga Champions musim 2020/2021 dan 2021/2022.

Baca juga: Bertemakan Penebusan Dosa, Ujian Wakil Italia Hapus Memori Tragis di Liga Champions

Sayangnya, dua pertemuan itu belum mampu menjadi titik balik bagi Inter. Nerazzurri tetap gagal meraih kemenangan atas Real Madrid.

Meski demikian, sejarah rivalitas kedua klub sebenarnya tidak selalu menyajikan cerita buruk bagi Inter.

Jauh sebelum persaingan mereka di era modern, Inter pernah mencatatkan salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah klub saat menghadapi Real Madrid.

Momen tersebut terjadi pada final European Cup 1964 di Wina.

Inter yang kala itu berada di bawah asuhan Helenio Herrera berhasil menundukkan Real Madrid dengan skor 3-1.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam periode kejayaan Nerazzurri di Eropa.

Rivalitas Inter dan Real Madrid pada era 1960-an juga melahirkan sejumlah pertandingan bersejarah. Kedua klub ketika itu sama-sama berada di jajaran kekuatan elite sepak bola Eropa.

Bahkan, Inter tercatat sebagai satu dari hanya tiga klub yang pernah mengalahkan Real Madrid pada final European Cup. Dua klub lainnya adalah Benfica dan Liverpool.

Namun, Real Madrid tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan respons.

Dua tahun setelah kekalahan di final Wina, kedua tim kembali bertemu pada semifinal European Cup 1966.

Real Madrid memenangi leg pertama dengan skor 1-0. Los Blancos kemudian mampu memastikan tiket ke final setelah bermain imbang ketika bertandang ke San Siro.

Perjalanan Real Madrid berlanjut hingga partai puncak. Mereka akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Partizan pada final.

Jika perhitungan dibatasi pada pertemuan di Liga Champions, Real Madrid juga masih memiliki keunggulan atas Inter.

Los Blancos telah mengantongi tujuh kemenangan, sedangkan Nerazzurri baru meraih lima kemenangan. Satu pertandingan lainnya berakhir imbang.

Kini, Inter kembali mendapat kesempatan untuk mengubah catatan tersebut. Upaya itu harus dilakukan di tempat yang menjadi salah satu panggung terbesar Real Madrid, Santiago Bernabeu.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.