TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah terus berinovasi untuk mendongkrak tingkat literasi dan minat baca masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak.
Salah satu langkah nyata yang kini digencarkan adalah peluncuran program gerakan Satu ASN Satu Buku.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tana Tidung, Edi Harsono, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai wadah kepedulian para Aparatur Sipil Negara ( ASN ) di lingkungan Pemkab Tana Tidung, untuk memperkaya ketersediaan bahan bacaan berkualitas bagi generasi muda di Bumi Upun Taka.
Melalui program tersebut, setiap ASN diimbau secara sukarela menyumbangkan setidaknya satu buku yang ramah anak dan masih dalam kondisi baik.
"Kita ada program Satu ASN Satu Buku.
Jadi maksudnya itu satu ASN membantu menyumbang satu buku, khususnya buku untuk anak-anak yang masih layak baca," ujar Edi Harsono, kepada TribunKaltara.com, Selasa (8/9/2026).
Edi membeberkan, kriteria buku yang dinilai paling efektif untuk menarik minat baca usia dini adalah buku bacaan yang memiliki visual menarik serta edukatif.
Ia menyebutkan, bahwa buku bergambar yang dipadukan dengan teks sederhana menjadi target utama pengumpulan buku dalam gerakan ini.
"Diutamakan bukunya itu yang bergambar dan ada tulisannya," sebut Edi Harsono.
Mengenai skema penyalurannya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah KTT memastikan buku-buku yang terkumpul tidak hanya mengendap di rak perpustakaan daerah, melainkan langsung disebar ke pusat-pusat kegiatan masyarakat di tingkat desa.
"Buku-buku ini nanti akan kami distribusikan langsung ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Posyandu yang ada di wilayah Tana Tidung," terangnya.
Meski mengusung tajuk Satu ASN Satu Buku, Edi menegaskan bahwa gerakan literasi ini bersifat inklusif.
Pihaknya membuka pintu seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin berkontribusi menyumbangkan buku.
Ia menambahkan, tidak ada batasan jumlah buku yang ingin didonasikan oleh warga maupun komunitas swasta.
"Tapi tentunya ini bukan hanya khusus untuk ASN saja, siapapun dari masyarakat umum boleh ikut menyumbang.
Minimal satu buku, kalau ada yang mau menyumbang lebih dari satu buku juga tidak masalah, dan sangat kami apresiasi," pungkas Edi Harsono
(*)
Penulis : Rismayanti