DPRD Surabaya Jawa Timur Soroti Air PDAM Keruh dan Berbusa, Minta Jaringan Pipa Dicek
Titis Jati Permata September 08, 2026 03:49 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Keluhan warga terkait kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya.

Pasokan air di sejumlah permukiman dilaporkan berubah keruh, kecokelatan, bahkan berbusa.

Kondisi tersebut membuat warga ragu menggunakan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari.

Wilayah yang dilaporkan mengalami persoalan tersebut antara lain Gunung Sari, Kedurus, Petemon, Simo, Babatan Indah, Jambangan, dan Gayungsari, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Ketua Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya Jawa Timur, Muhammad Faridz Afif, meminta PDAM Surya Sembada tidak sekadar merespons keluhan, tetapi segera mencari penyebab gangguan kualitas air.

"Air bersih ini adalah kebutuhan domestik yang paling mendasar. Masyarakat setiap bulan taat membayar tagihan, jadi sangat tidak adil jika mereka justru mendapatkan air yang tidak layak pakai," ujar Afif kepada SURYA.co.id, Senin (7/9/2026).

DPRD Minta Jaringan Pipa Segera Diperiksa

Afif mendesak jajaran direksi PDAM Surya Sembada menerjunkan tim teknis ke wilayah yang terdampak.

Pemeriksaan, kata dia, perlu dilakukan pada jaringan pipa distribusi untuk mengetahui penyebab air berubah warna dan munculnya buih.

Menurutnya, persoalan kualitas air tidak boleh dibiarkan berlarut karena menyangkut pelayanan dasar masyarakat.

"Harus cepat dan taktis," tegas Afif yang juga Ketua DPC PKB Surabaya.

Komisi B DPRD Surabaya menilai respons cepat diperlukan agar gangguan pelayanan tidak semakin meluas sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BUMD milik Pemerintah Kota Surabaya.

Warga Kesulitan Memenuhi Kebutuhan Harian

Air yang keruh dan berbusa tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga memengaruhi aktivitas rumah tangga.

Sejumlah warga disebut memilih tidak menggunakan air tersebut untuk memasak, mencuci bahan makanan maupun mencuci pakaian.

Kekhawatiran juga muncul ketika air digunakan untuk mandi. 

Warga mencemaskan kemungkinan dampak terhadap kesehatan, termasuk risiko gangguan pada kulit.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan air bersih membuat sebagian warga harus membeli air dari sumber lain. 

Pengeluaran tambahan itu otomatis menambah beban rumah tangga.

DPRD Minta Droping Air Bersih

Untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kualitas air belum normal, Afif meminta PDAM Surya Sembada menyediakan layanan distribusi atau droping air bersih ke kawasan terdampak.

"PDAM katanya memberikan layanan droping air bersih. Itu harus dilakukan," kata Afif.

Menurutnya, penyediaan air bersih sementara harus menjadi solusi cepat sembari tim teknis mencari sumber persoalan pada sistem distribusi.

Direksi PDAM Bisa Dipanggil Hearing

Komisi B DPRD Kota Surabaya menyatakan akan mengawal persoalan kualitas layanan air tersebut.

Jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada perbaikan yang signifikan, DPRD berencana memanggil jajaran direksi PDAM Surya Sembada untuk mengikuti rapat dengar pendapat atau hearing di gedung DPRD Kota Surabaya.

Langkah tersebut disiapkan untuk meminta penjelasan terkait penyebab air keruh dan berbusa, penanganan yang telah dilakukan, serta langkah konkret agar gangguan serupa tidak kembali dialami pelanggan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.