Udara Kota Serang Membaik di Tengah Erupsi Anak Krakatau, Jalan Protokol dan Pinggiran Disiram
Abdul Rosid September 08, 2026 04:01 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kualitas udara di Kota Serang berada dalam kategori sedang dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Indeks kualitas udara Kota Serang sebelumnya hampir sempat mencapai 90. 

Angka tersebut masuk kategori sedang, namun sudah mendekati kondisi tidak sehat.

"Keadaan sedang, dalam artian kemarin kita hampir mendekati 90, yaitu 89,67. Dan itu mendekati hampir tidak sehat meskipun masih sedang," kata Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, saat diwawancarai di Puspemkot Serang, Selasa (8/9/2026).

Farach mengatakan saat ini kualitas udara mengalami penurunan dan membaik diangka 44. 

Baca juga: Cegah Abu Vulkanik Beterbangan, Pemkot Tangsel Semprot Sejumlah Ruas Jalan

Dengan demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya dapat dikatakan baik karena masih terdapat parameter pencemar yang perlu diwaspadai.

"Untuk saat ini nilainya sekitar 44. Itu menunjukkan ada penurunan, khususnya pada parameter yang tinggi saat ini adalah partikulat molekul 2,5 (PM2.5) dan ozon," ujarnya.

Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian DLH dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Farach menyebut berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Selasa pagi.

Aktivitas erupsi terjadi pada pukul 05.08 WIB, 05.34 WIB, dan 07.49 WIB.

"Kita tinggal kita melihat arah angin itu jatuhnya ke mana. Jadi, setiap jam ini BMKG juga akan melakukan pemantauan," jelas Farach.

Untuk meningkatkan akurasi pemantauan, Kementerian Lingkungan Hidup juga akan mengirimkan mobil pemantau kualitas udara ke Kota Serang. 

Kendaraan tersebut rencananya akan ditempatkan di DLH Kota Serang dan beroperasi selama kurang lebih satu pekan.

Ia menambahkan keberadaan alat pemantau tambahan tersebut penting untuk membantu pemerintah daerah mengambil langkah secara cepat apabila terjadi perubahan kualitas udara.

"Pemantau udara bantuan dari Kementerian LH ini bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat apa yang harus dilakukan pemerintah daerah," tegasnya.

Selain memantau kualitas udara, DLH Kota Serang juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pendidikan. 

"Kami melakukan koordinasi juga dengan BPBD dan Dinas Pendidikan, sehingga apabila terjadi sesuatu hal yang sangat krusial, kami sampaikan kepada Pak Wali untuk dilakukan proses kebijakan selanjutnya," ungkap Farach.

Di tengah kekhawatiran terhadap sebaran abu vulkanik, Pemkot Serang akan melakukan penyiraman di sekitar Jalan Protokol. Penyiraman akan dilakukan pada pukul 14.00 WIB.

"Jalan protokol kita bagi tugas. Damkar di jalan protokol, kita (LH) yang di pinggirnya," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.