Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rencana rekayasa hujan untuk membantu memadamkan kebakaran di TPA Putri Cempo, Kota Solo, Jawa Tengah masih menunggu kondisi awan yang sesuai di sekitar lokasi.
Kondisi berawan menjadi salah satu faktor penting sebelum Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait rencana pelaksanaan OMC tersebut.
Ari menjelaskan, operasi modifikasi cuaca membutuhkan keberadaan awan di sekitar wilayah TPA Putri Cempo.
Karena itu, pelaksanaan rekayasa hujan harus menyesuaikan kondisi cuaca di lokasi.
"Kemarin kita rapat dengan BMKG salah satunya dengan pak Giyarto itu menyampaikan di tanggal 9 sampai 11 itu dimungkinkan ada awan berada di sekitar sini," ungkap Ari saat ditemui di lokasi, Selasa (8/9/2026) siang.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG, peluang pelaksanaan OMC terbuka pada Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026).
Ari menyebut periode tersebut menjadi waktu yang memungkinkan karena terdapat potensi awan di sekitar kawasan TPA Putri Cempo.
Keberadaan awan dinilai mendukung pelaksanaan rekayasa hujan untuk membantu penanganan kebakaran di tempat pembuangan akhir tersebut.
"Kemungkinan tanggal 9 sampai 11 itu ada kegiatan OMC, Operasi Modifikasi Cuaca," imbuh dia.
Baca juga: Imbas Kebakaran TPA Putri Cempo, Sampah Solo Dialihkan ke Zona Escape Darurat
BPBD Kota Solo berharap kondisi cuaca mendukung pelaksanaan OMC sehingga rekayasa hujan dapat membantu mempercepat pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo.
Namun, pelaksanaan operasi tetap menyesuaikan kondisi awan di sekitar lokasi. Koordinasi dengan BMKG menjadi bagian penting untuk menentukan waktu yang tepat.
(*)