Isi Kesepakatan PSHT dan Pagar Nusa di Sukoharjo: Tak Ada Pengerahan Massa
Ryantono Puji Santoso September 08, 2026 04:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dua perguruan silat, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSNU Pagar Nusa, sepakat tidak melakukan pengerahan massa setelah sempat terlibat bentrokan di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Senin (7/9/2026) dini hari.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam mediasi yang digelar Polres Sukoharjo di Aula Mapolsek Polokarto, Senin (7/9/2026) malam.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, kedua perguruan silat sepakat bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Sukoharjo, khususnya Kecamatan Polokarto.

Selain itu, kedua pihak juga berkomitmen tidak melakukan pengerahan massa yang berpotensi memicu kembali ketegangan maupun konflik susulan.

"Dari hasil mediasi, kedua perguruan silat menyatakan komitmen untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Sukoharjo, khususnya Kecamatan Polokarto," terangnya, Selasa (8/9/2026).

Anggaito mengatakan, mediasi dilakukan sebagai upaya mencari kesepakatan bersama agar persoalan yang terjadi tidak kembali berlanjut dan menimbulkan konflik susulan.

BERTEMU. Pertemuan antara perwakilan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSNU Pagar Nusa di Aula Mapolsek Polokarto, Senin (7/9/2026) malam. Polisi melakukan mediasi pasca bentrok.
BERTEMU. Pertemuan antara perwakilan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSNU Pagar Nusa di Aula Mapolsek Polokarto, Senin (7/9/2026) malam. Polisi melakukan mediasi pasca bentrok. (TribunSolo.com/Istimewa)

Hadir Puluhan Orang

Dalam pertemuan tersebut, hadir sekitar 20 orang.

Mereka di antaranya Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Saputra, unsur Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta perwakilan PSHT dan PSNU Pagar Nusa.

"Pada pertemuan tadi malam, kami melakukan musyawarah dalam rangka mediasi agar permasalahan kemarin dapat diperoleh kesepakatan," ujar Anggaito.

Menurutnya, musyawarah tersebut menjadi salah satu langkah kepolisian untuk meredam ketegangan setelah bentrokan yang terjadi di wilayah Mranggen.

Baca juga: Kisah Warga Sragen Nyaris Tewas Terjerat Kabel Fiber Optik Saat Pulang Kerja, Gegara Jalan Gelap

Polisi berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan persoalan secara bersama-sama dan tidak memperpanjang konflik yang berpotensi mengganggu keamanan serta aktivitas masyarakat.

Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pascabentrokan.

Polres Sukoharjo juga terus mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, kepolisian berharap tidak ada lagi aksi susulan maupun pengerahan massa dari kedua perguruan silat sehingga kondisi di wilayah Polokarto dapat kembali aman dan kondusif. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.