Dua Tetangga Saling Bacok Hingga Luka-luka, Warga Panik Tak Berani Melerai, Dipicu Soal Saluran Air
Murhan September 08, 2026 04:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Warga panik saat dua orang yang masih tetanggaan saling bacok hingga mengalami luka-luka.

Kini, Polres Purbalingga menyelidiki perkelahian dua warga Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah yang menggunakan golok itu.

Sampai kini, polisi telah mendatangi lokasi kejadian dan menyita dua bilah golok, sarung golok beserta kopel, serta pakaian yang dikenakan kedua pihak.

Sebelumnya, dua warga Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam hingga keduanya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (6/9/2026) pagi.

Kasus dugaan penganiayaan itu kini tengah ditangani Polres Purbalingga.

Baca juga: Penyidik Polres HSS akan Melimpahkan Berkas Kasus Dua Tersangka Pembakaran Lahan ke Kejari

Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Siswanto mengatakan, petugas telah mendatangi lokasi kejadian melakukan penanganan awal.

"Saat ini perkara masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (8/9/2026).

Dari keterangan awal yang diperoleh polisi, kejadian bermula ketika RR (63) sedang memasang paralon saluran air di depan rumah JR (70).

JR kemudian keluar dari rumah sambil membawa senjata tajam jenis golok.

Ia berlari ke arah RR hingga keduanya terlibat perkelahian.

Situasi tersebut sempat membuat warga sekitar takut melerai karena kedua orang yang terlibat sama-sama membawa senjata tajam.

"Warga di lokasi kejadian sempat takut melerai karena keduanya mbawa senjata tajam. 

Perkelahian berhenti setelah salah satu terjatuh dan senjatanya terlepas, barulah warga memberikan pertolongan," jelas AKP Siswanto.

Akibat perkelahian itu, RR mengalami sejumlah luka, yakni luka robek pada lengan, dada dan punggung, serta lecet pada lutut.

Sementara JR mengalami luka pada bagian dahi, telinga, lengan, leher, tangan, perut dan paha. 

Ia juga mengalami luka serius pada ibu jari tangan kanan.

RR kemudian menjalani perawatan di RSUD Goeteng Taroenadibrata. 

Sedangkan JR dirawat di RSU Siaga Medika Purbalingga.

Dalam penanganan di lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Barang bukti yang diamankan berupa dua bilah golok, sarung golok beserta kopel, serta pakaian yang dikenakan kedua pihak.

Adapun penyebab pasti hingga terjadi perkelahian tersebut masih belum dapat dipastikan.

Polisi masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti.

"Untuk penyebab pasti dan rangkaian kejadian masih kami dalami melalui pemeriksaan saksi-saksi serta alat bukti," pungkas AKP Siswanto.

Kasat Reskrim menambahkan, Polres Purbalingga memastikan penanganan perkara tersebut dilakukan sesuai prosedur hukum.

Perkembangan kasus akan disampaikan setelah proses penyelidikan dinyatakan lengkap.

Tips Menghadapi Tetangga yang Berisik 

Mengalihkan semua aktivitas kita di rumah ternyata tidak semudah dan senyaman yang kita bayangkan.

Selain mengalami stres karena pekerjaan kantor dan rumah, kita mungkin juga dihadapkan dengan masalah tetangga yang berisik sehingga mengganggu produktivitas kita.

Seorang mediator di Accord Mediation di Burlington, Vt, Erik Wheeler mengatakan bahwa tetangga yang berisik bisa memicu ketegangan, apalagi di masa krisis seperti pandemi ini.

Jadi, tidak heran jika ketegangan cenderung akan menciptakan atau berlanjut menjadi konflik.

Tetapi, hanya karena kita merasa gelisah dan tidak nyaman, bukan berarti kita harus memicu pertengkaran dengan tetangga.

Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah dengan cara yang lebih positif, sopan, dan penuh hormat.  

Untuk itu, Wheeler pun membagikan empat tips menghadapi tetangga yang berisik saat kita sedang bekerja dari rumah, seperti berikut ini.

1. Mengajak bicara baik-baik

Sejujurnya tidak ada orang yang mau berkonfrontasi dengan tetangga mereka.

Pasti kita merasa canggung untuk memberi tahu orang lain tentang bagaimana orang itu harus berperilaku di rumah mereka.

Masalahnya adalah semakin lama kita menunggu untuk berbicara, maka kita akan semakin frustrasi mendengarkan tetangga yang berisik.

"Banyak orang menghindari untuk menghadapi situasi [seperti] tetangga yang berisik atau konflik lainnya," kata Wheeler.

"Kita biasanya akan terus menoleransinya sampai kita benar-benar marah, lalu meledak dalam kemarahan dan akibatnya justru lebih buruk," sambungnya.

Alih-alih berkonfrontasi yang bisa menimbulkan pertengkaran, Wheeler merekomendasikan kita untuk mengajak tetangga bicara dengan cara yang baik.

Kita juga bisa mengirim pesan atau SMS ke tetangga untuk menjaga ketenangan yang dapat menyelesaikan masalah dengan cepat dan mencegah drama.

Kita misalnya bisa menanyakan apakah suara dari rumah kita terdengar dan mengganggu mereka, lalu menyampaikan juga bahwa suara mereka terdengar.

Dengan saling mengetahui seberapa jauh suara kita bisa terdengar satu sama lain, kita bakal memiliki kesadaran untuk mengurangi polusi suara itu.

Sebagai catatan, bila kita masih juga belum bisa bicara dengan tetangga, kita bisa menyampaikan keluhan secara umum pada pengurus lingkungan, misalnya pada Ketua RT.

Dalam hal ini pengurus lingkungan bisa menyampaikan himbauan secara umum tanpa menunjuk nama, agar semua warga menghargai ketenangan.

2. Memahami situasi

Memiliki tetangga yang berisik adalah gangguan yang menyebalkan, terutama jika kita sedang melakukan sesuatu yang butuh ketenangan atau ingin menikmati tidur yang nyenyak.

Meskipun mudah untuk menganggap tetangga kita benar-benar tidak pengertian, luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan sudut pandang mereka.

"Kita sering lupa untuk memahami situasi orang lain dan mengapa mereka berperilaku seperti ini," terangnya.

"Sangat mudah untuk jatuh ke dalam kesalahan yang bias dan menganggap mereka berperilaku seperti itu hanya karena mereka tidak memiliki tata krama," lanjut dia.

Tetangga kita mungkin menyadari bagaimana mereka berisik, tetapi mungkin juga mereka tidak tahu bahwa itu mengganggu kita.

Sebelum kita mulai memprotes tentang kebisingan yang mengganggu, sebaiknya temukan cara untuk terhubung sebelum membahas masalah tersebut.

Kita juga bisa menawarkan bantuan, misalnya memberi solusi bagaimana agar suara masing-masing tidak mengganggu. Misalnya dengan memasang lapisan kedap dan lainnya.

3. Saling berbagi perspektif

Di sisi lain, menjengkelkan juga ketika tetangga kita menyuruh kita mematikan musik di rumah, terutama jika kita sedang mencoba untuk bersantai setelah hari yang panjang dan berat.

Menurut Wheeler, satu-satunya solusi yang produktif dan positif untuk dapat dilakukan adalah dengan saling berbagi dan memahami perspektif masing-masing.

"Ketika kita marah dan berkonfrontasi, kita sering lebih fokus untuk membuktikan bahwa orang lain itu salah," ungkapnya.

"Jika kita mengomunikasikan permintaan dan membantu mereka memahaminya, kemungkinan besar itu akan berjalan dengan baik dan menjaga hubungan dengan tetangga," ujar dia.

Dan jika kita meminta tetangga untuk tidak berisik, Wheeler merekomendasikan agar kita menjelaskan alasan mengapa kita membutuhkan kedamaian dan ketenangan.

Ini merupakan dasar untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan tetangga tanpa harus melibatkan ketegangan antara dua belah pihak.

4. Terhubung dengan tetangga kita secara baik

Apabila kita tidak tahu banyak tentang tetangga kita, maka kita akan mudah terjebak dalam pertukaran teks atau diskusi yang tegang.

Jadi, pikirkan ulang sebelum mengirimkan pesan yang mungkin dapat memicu konflik dengan tetangga kita.

"Kita cenderung tidak membuat asumsi yang salah dan meledak pada tetangga jika kita terhubung atau mengenal mereka sedikit," kata Wheeler.

Meskipun kita tidak perlu berteman baik dengan tetangga, namun ada baiknya jika kita mengenal mereka.

Lakukan hal-hal sederhana seperti perkenalan diri, berbagi nomor telepon, atau saling berkunjung ke rumah untuk sekadar ngobrol bersama.

"Hubungi tetangga sebelum ada konflik, kenali mereka, habiskan waktu bersama mereka," terang Wheeler.

"Ini akan membuahkan hasil, apalagi ketika mereka sedang berisik, akan lebih mudah untuk melakukan percakapan daripada konfrontasi," imbuh dia.

Hal tersebut dapat membuat percakapan yang jujur dan santai dengan tetangga kita, serta membuat pertemuan juga lebih menyenangkan.

(Banjarmasinpost.co.id/TribunJateng.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.